bacalah doa ini dalam sholat niscaya 30 malaikat mendoakanmu

bacalah doa ini dalam sholat niscaya 30 malaikat mendoakanmu

bacalah doa ini dalam sholat niscaya 30 malaikat mendoakanmu

bacalah doa ini dalam sholat niscaya 30 malaikat mendoakanmu
bacalah doa ini dalam sholat niscaya 30 malaikat mendoakanmu

 

Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagi-Mu. Aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah
kita sebagai umat muslim tentu memiliki kewajiban sholat 5 waktu karna itu merupakan printah allah yang langsung diberikan oleh Nabi Muhammad langsung ketika beliau melaksanakan Isra’ Mi’raj ketika itu beliau di suruh sholat 100 kali perhari ketika hendak kembali beliau bertemu Nabi Musa dan Nabi Musa berkata “wahai Muhamad umatmu tidak akan kuat bila disuruh sholt sebanyak 100 kali perhari”
kemudian Nabi Muhamad kembali dan meminta keringanan kepada allah sampai allah menyuruh Nabi muhamad agar sholat sebanyak 5 waktu,Bekitulah kisah singkat tentang sholat.

Nah sekarang taukah anda bahwa setiap bacaan sholat itu doa bahkan ada yang sampai 30 malaikat itu sampai berebut meng amini doa kalian nah pristiwa itu terjadi ketika rasulullah dan para sahabatnya dan ketika i’tidal rasulullah sebagai imam dan salah satu sahabat membaca doa ini

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya. Umumnya, sahabat akan melanjutkan doa Rasulullah tersebut dengan ucapan

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagi-Mu. Namun, ada salah seorang sahabat yang membaca doa:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Ketika shalat telah selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “siapa yang membaca doa tadi?”

Seorang sahabat menjawab, “Saya, ya Rasulullah”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas bersabda,

رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا ، أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ

“Aku melihat lebih dari 30 malaikat saling berebut siapa di antara mereka yang mencatatnya terlebih dahulu”

Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari ini menjelaskan betapa luar biasa keutamaan doa tersebut. Maka doa itu pun menjadi salah satu alternatif doa i’tidal yang perlu dibaca makmum setelah imam mengucapkan “sami’allahu liman hamidah.” Mungkin ada yang bertanya, mengapa Rasulullah bisa tahu ada puluhan malaikat yang berebut mencatat padahal beliau sedang menjadi imam yang posisinya paling depan? Itulah mukjizat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam hadits yang lain kita mendapatkan penjelasan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bisa melihat orang yang berada di belakangnya, dengan izin Allah.

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّى أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِى . وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ

“Dari Anas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”Luruskanlah shaf kalian, aku melihat kalian dari belakang punggungku.” Lantas salah seorang di antara kami melekatkan pundaknya pada pundak temannya, lalu kakinya pada kaki temannya.” (HR. Bukhari)

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/5-rukun-nikah-dalam-islam-yang-harus-diketahui/