Cara Budidaya Tanaman Kelapa

Cara Budidaya Tanaman Kelapa

Cara Budidaya Tanaman Kelapa

Cara Budidaya Tanaman Kelapa

PROSPEK DAN POTENSI KELAPA

Kelapa merupakan bahan penyedap makanan yang dipakai oleh jutaan keluarga baik didalam maupun diluar negri. Permintaan kelapa tua selalu meningkat dari waktu kewaktu yang hal ini bisa dilihat dipasar-pasar tradisional yang menjajajakan dagangan kelapa tuanya dengan jumlah menggunung dan berganti setiap hari.

Kelapa muda banyak dijual untuk diambil air dan dagingnya. Permintaan kelapa muda didalam negri mengalir deras untuk keperluan campuran pembuatan minuman es. Produk minuman berbahan baku kelapa muda banyak dijumpai di warung-warung, rumah makan, restoran-restoran, kantin, café dan dimana saja ada dijual minuman es disitu biasanya hadir kelapa muda.

Nata de coco yang dibuat dari air kelapa sudah menjadi komoditi export . Nata de coco dikemas dalam tetrapack dan diexport ke-negara China, Jepang dan Taiwan. Permintaan nata de coco juga mengalir dari dalam negri dalam jumlah yang cukup besar untuk kebutuhan lokal. Santan dan kelapa parut kering diexport ke Eropa, Singapura, Malaysia, Australia, Jepang, Amerika dan Kanada.

Sabut kelapa yang sudah diolah halus dipergunakan sebagai bahan baku industri. Sabut kelapa / coco fiber banyak diexport ke Malaysia, Australia, China dan Korea selatan. Hasil produk sampingan pengolahan cocofiber yaitu serbuk sabut kelapa / cocopeat juga sudah diexport ke Korea Selatan. Cocopeat dipakai sebagai bahan baku media tanaman.

Tiap pohon kelapa rata-rata memiliki 15 tandan yang tiap tahunnya dapat dipanen 10 buah kelapa / tandan yang berarti dapat dihasilkan kurang lebih 150 butir kelapa / pohon / tahun. Dengan sedemikian banyak manfaat yang bisa diambil maka tidak salah apabila komoditi ini diangkat dan dikelola sebagai satu peluang usaha agribisnis potensial untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

MANFAAT DAN KEGUNAAN KELAPA

Kelapa memiliki banyak sekali manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai penyedap masakan, kelapa dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan termasuk sebagai obat. Kelapa muda yang dagingnya dicampur pisang yang dilembutkan dan susu berkhasiat sebagai obat bagi penderita sakit pencernaan, tukak lambung, kejang usus, sakit kuning, diare dan wasir.

Kelapa muda yang diambil dagingnya dan digiling ditambah 1 gelas air kelapa muda, 1 butir kapulaga dan gula batu berkhasiat sebagai pereda rasa kering dalam dada, keseduan, tukak lambung dan tidak bisa tidur. Bisul yang diletakkan daging kelapa diatasnya akan memberikan rasa dingin dan mempercepat kesembuhan.

Kelapa muda yang dibuat santan bermanfaat sekali bagi anak-anak yang menderita tuberculosis perut ,kekurangan vitamin D dan protein. Dengan meminum santan satu gelas dipagi hari kemudian disusul minum kastor sebanyak 25 gram bermanfaat membasmi cacing pita. Kelapa yang dikunyah dengan sedikit gula jawa dapat memperkuat gusi dan mencegah sakit gigi pada anak-anak

Kelapa muda yang diambil airnya berkhasiat sebagai diuretic atau untuk memperlancar pengeluaran air seni. Apabila dicampur susu sangat baik mencegah penggumpalan susu dalam perut, muntah, sembelit dan sakit pencernaan. Apabila dicampur dengan pisang dapat membantu mengatasi pengaruh racun obat, sulfa dan antibiotic sehingga membuat obat lebih cepat diserap darah.

Kelapa yang diambil airnya untuk mencuci muka setiap hari akan melenyapkan jerawat, noda – noda hitam pada wajah, mencegah kerut-kerut wajah, kulit mengering dan menjadikan wajah berseri. Air kelapa dapat dibuat nata de coco yaitu produk semacam kolang-kaling. Nata de coco banyak disukai oleh semua kalangan terutaman anak-anak karena rasanya yang segar.

Kelapa muda memiliki kandungan gizi yang tinggi ,didalam setiap 100 gram daging buah kelapa mengandung air 85,20%, lemak 6,16%, protein 1,60%, abu 0,56%, karbohidrat 3,39%, serat kasar 2,29%, galaktomanan 0,70%, fosfolipida 0,03%, gula total 0,30% dan gula reduksi 0,17%.

Kelapa yang sudah tua juga dapat diambil dagingnya untuk dipergunakan sebagai bahan baku industri pembuatan minyak kelapa. Disamping itu batok kelapa dipergunakan sebagai bahan baku arang batok kelapa yang dibutuhkan oleh berbagai perusahaan dan industri didalam maupun diluar negri.

Kelapa setengah tua dapat diambil sabutnya untuk diolah menjadi coco fiber yang dipergunakan membuat berbagai macam produk. Diluar negri sabut kelapa yang sudah diurai halus dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan jok mobil, bahan pengisi kasur pegas, matras, dan konstruksi beton. Produk sampingan pengolahan cocofiber adalah serbuk sabut kelapa / cocopeat yang bisa dipakai sebagai bahan baku media tanaman.

Kelapa tua tempurungnya dapat diolah menjadi arang batok kelapa, arang aktif, bahan karbon aktif dan obat nyamuk bakar. Arang batok kelapa dibutuhkan oleh industri pengecoran besi, perusahaan tambak udang, industri tekstil, industri karbon aktif dan industri minyak goreng. Karbon aktif dimanfaatkan sebagai penjernih minyak goreng dan bahan baku norit.

SEKILAS BUDIDAYA KELAPA

Kelapa merupakan komoditi perkebunan yang memiliki banyak nilai ekonomisnya karena hampir semua bagian-bagian kelapa dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Kelapa dibedakan menjadi dua jenis yaitu kelapa dalam dan kelapa genjah. Kelapa dalam mulai berbuah pada saat umur 5 tahun sementara kelapa genjah dapat berbuah pada umur 4 tahun.

Kelapa tumbuh dan berproduksi dengan baik apabila ditanam didataran dengan ketinggian 600 dpl, mendapat sinar matahari penuh, curah hujan berkisar 1.000 – 2.250 mm dengan pembagian yang merata sepanjang tahun dan suhu optimum 25 derajat Celcius. Tanah yang dikehendaki adalah tanah lempung yang cukup lembab dan solumnya dalam dengan ( PH ) 6.

Kelapa varitas unggul yang tumbuhnya sehat akan menurunkan bibit yang unggul pula. Untuk mendapatkan bibit unggul bisa didapatkan dari pohon induk yang sudah berumur minimal 20 tahun dan produktivitasnya tinggi. Bibit yang akan ditanam sudah tumbuh daun minimal 3 helai dan berusia kurang lebih 6 bulan.

Kelapa ditanam pada musim hujan agar terhindar dari kematian karena kekurangan air. Pemeliharaan harus kontinu dilakukan pada tanaman yang masih muda maupun dewasa hingga umur 3 – 4 tahun. Pengairan dilakukan hingga tanaman berumur 2 – 3 tahun sampai system perakaran kuat dengan cara menyiram hingga cukup basah terutama pada musim kemarau.

Kelapa mempunyai hama dan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menurunkan produktivitas. Hama yang menyerang kelapa antara lain : Kumbang kelapa, Belalang, Artona dan aneka jenis ulat. Sementara penyakit yang menyerang adalah : Batang berdarah, busuk tunas dan gugur buah serta bercak daun.

Kelapa dipanen sesuai kebutuhannya, apabila dipanen muda ciri fisik yang nampak adalah kulit buahnya berwarna agak kehijauan dan tangkai buah sudah ½ kering sementara kelapa yang dipanen tua kulit luar terlihat kering, buah agak mengecil dan tangkai buah sudah mengering. Kelapa juga bisa dipetik berdasarkan bunyi yang timbul saat diketok. Kelapa untuk pembuatan kue apabila diketok suaranya terdengar berat.

KRITERIA PASOKAN KELAPA

Kelapa permintaan pasar lokal tidak diperlukan grading. Sortasi dilakukan hanya untuk memilah-milah yang tua dan muda serta besar kecil kelapa. Kelapa yang besar disatukan dengan yang besar yang kecil dikumpulkan dengan yang kecil. Kelapa tua dipisahkan dengan kelapa muda.

Kelapa tua untuk permintaan pasar lokal mempunyai cirri-ciri : kondisi tua dan sudah dikupas, berbentuk bundar agak lonjong dan bentuknya utuh tidak retak / pecah, berukuran sedang dan bobotnya berat , air buahnya cukup, tidak cacat dan tidak berpenyakit.

Kelapa muda permintaan pasar lokal adalah kelapa yang masih memiliki serabut dengan tangkai buah setengah kering, warna sabut luar masih kehijauan, apabila diketok suaranya sudah terasa berat, kelapa tidak rusak dan tidak berpenyakit.

Kelapa yang dikirim dengan tujuan pasar lokal,supermarket dan swalayan biasanya jarang menggunakan packing. Kelapa dicurah langsung dibak-bak pengangkutan.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/