Istana Minta Pemberlakuan Sekolah Lima Hari Ditunda

Istana Minta Pemberlakuan Sekolah Lima Hari Ditunda

Istana Minta Pemberlakuan Sekolah Lima Hari Ditunda

Istana Minta Pemberlakuan Sekolah Lima Hari Ditunda
Istana Minta Pemberlakuan Sekolah Lima Hari Ditunda

Istana meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemendikbud) untuk menunda penerapan sekolah delapan jam sehari selama Senin hingga Jumat. Istana meminta agar Kemendikbud untuk terlebih dahulu menyosialisasikan program tersebut.

Juru Bicara Presiden, Johan Budi SP mengatakan

, Presiden Joko Widodo meminta program sekolah lima hari untuk ditunda. ‘’Presiden meminta program ini di-hold (ditunda). Di-hold sampai kapan saya tidak tahu,’’ katanya ketika dihubungi Koran SINDO, Rabu 14 Juni 2017. (Baca juga: Rapat dengan DPR, Mendikbud Diprotes Soal Sekolah Delapan Jam Sehari)

Johan menjelaskan, alasan permintaan penundaan

program tersebut agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak, termasuk ke pesantren, madrasah, dan warga Nahdliyin.

Melalui sosialisasi itu, kata Johan, diharapkan semua pihak mendapatkan penjelasan yang lengkap tentang rencana penerapan sekolah lima hari dalam sepekan. (Baca juga: Soal Kebijakan Jam Sekolah, Mendadak Mendikbud Dipanggil Jokowi)

Sebelumnya Kemendikbud berencana menerapkan sekolah delapan jam sehari selama Senin hingga Jumat. Kebijakan ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Rencananya, kebijakan ini akan diterapkan pada tahun ajaran baru 2017 pada awal Juli mendatang.
(dam)

 

Baca Juga :