Kehidupan Agama, Masa Kejayaan dan Masa Keruntuhan Sriwijaya

Kehidupan Agama, Masa Kejayaan dan Masa Keruntuhan Sriwijaya

Kehidupan Agama, Masa Kejayaan dan Masa Keruntuhan Sriwijaya

Kehidupan Agama, Masa Kejayaan dan Masa Keruntuhan Sriwijaya
Kehidupan Agama, Masa Kejayaan dan Masa Keruntuhan Sriwijaya

KEHIDUPAN AGAMA

Kerajaan Sriwijaya Kehidupan agama masyarakat Sriwijaya dipengaruhi oleh datangnya pedagang India. Pertama ialah agama Hindu, kemudian agama Buddha. Agama Buddha dikenalkan di Sriwijaya pada tahun 425 Masehi. I Tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi sarjana Buddha sehingga menjadi sentra pembelajaran agama Buddha, khususnya aliran Mahayana.Selain itu anutan Buddha aliran Buddha Hinayana juga turut berkembang di Sriwijaya.

Penjelasan

Nama Dharmapala dan Sakyakirti pun tidak ajaib lagi. Dharmapala ialah seorang guru besar agama Budha dari Kerajaan Sriwijaya. Dia pernah mengajar agama Budha di Perguruan Tinggi Nalanda (Benggala). Sedangkan Sakyakirti ialah guru besar juga. Dia mengarang buku Hastadandasastra. Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yang termahsyur sebagai bandar sentra perdagangan di Asia Tenggara, tentunya menarik minat para pedagang dan ulama muslim dari Timur Tengah. Sehingga beberapa kerajaan yang semula ialah bab dari Sriwijaya, kemudian tumbuh menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak, disaat melemahnya dampak Sriwijaya.

MASA KEJAYAAN KERAJAAN SRIWIJAYA

Pada paruh pertama periode ke-10 diantara kejatuhan dinasti Tang dan naik dinasti Song perdagangan dgn luar negeri cukup marak terutama Fujian kerajaan Min dan negeri kaya Guangdong kerajaan Nan Han. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapat laba dari perdagangan ini. Pada tahun 903 penulis Muslim Ibnu Batutah sangat terkesan dgn kemakmuran Sriwijaya. Daerah urban kerajaan mencakup Palembang (khusus Bukit Seguntang) Muara Jambi dan Kedah. Di tahun 902 Sriwijaya mengirimkan upeti ke China. Dua tahun kemudian raja terakhir dinasti Tang menganugerahkan gelar kepada utusan Sriwijaya. Dari literatur Tiongkok utusan itu mempunyai nama Arab hal ini menawarkan informasi bahwa pada masa-masa itu Sriwijaya sudah bekerjasama dgn Arab yg memungkinkan Sriwijaya sudah masuk dampak Islam di dalam kerajaan.

KERUNTUHAN KERAJAAN SRIWIJAYA

Rajendra Coladewa pada tahun 1025 raja Chola dari Koromandel India selatan menaklukkan Kedah dan merampas dari Sriwijaya. Kemudian Kerajaan Chola meneruskan penyerangan dan berhasil penaklukan Sriwijaya selama beberapa dekade berikut keseluruh imperium Sriwijaya berada dalam dampak Rajendra Coladewa. Meskipun demikian Rajendra Coladewa tetap menawarkan peluang kepada raja-raja yg ditaklukan utk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya. Setelah invasi tersebut final menjadikan melemah hegemoni Sriwijaya dan kemudian beberapa daerah bawahan membentuk kerajaan sendiri dan kemudian muncul Kerajaan Dharmasraya sebagai kekuatan gres dan kemudian mencaplok daerah semenanjung malaya dan sumatera termasuk Sriwijaya itu sendiri.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/pengertian-kartu-kredit-jenis-ciri-keuntungan-kerugiannya-lengkap/