Pendidikan harus mampu ciptakan manusia beradab

Pendidikan harus mampu ciptakan manusia beradab

Pendidikan harus mampu ciptakan manusia beradab

Pendidikan harus mampu ciptakan manusia beradab
Pendidikan harus mampu ciptakan manusia beradab

Masyarakat Indonesia saat ini wajib mempelajari pemikiran para tokoh akademisi dulu

untuk membangun konsep pendidikan yang baik dan benar. Salah satunya ialah pendiri sekaligus Rektor pertama Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Nicolaus Driyarkara.

Menurut Dosen Filsafat Sekolah Filsafat Driyarkara Mudji Sutrisno, visi pendidikan yang diutarakan oleh Driyarkara ialah memanusiakan manusia muda. Dan pendidikan menjadi proses memanusiakan manusia muda.

“Dengan pendidikan dilakukan pembudayaan manusia dan menjadikan manusia sendiri beradab

. Hal ini jelas mampu memerangi ‘kebuayaan’ yang terjadi di zaman itu (awal kemerdekaan) dan juga apa yang terjadi saat ini,” ujar Mudji di kampus 1 USD Yogyakarta, Jumat (14/6/2013).

Mudji menuturkan, kebuayaan yang dimaksud ialah tindakan tipu muslihat, perebutan kekuasaan, perilaku saling menjatuhkan layaknya istilah homo homini lupus dimana manusia yang kuat dan berkuasalah yang menang. Namun dengan pemikirannya, Driyarkara mengganti istilah tersebut dengan homo homini sosius yakni manusia menjadi makhluk sosial yang saling toleransi.

“Ini jelas sangat relevan dengan kondisi saat ini. Harusnya hal inilah yang disampaikan melalui proses

pendidikan saat ini. Penyadari akan kebhinnekaan Indonesia namun kita itu ika atau satu. Dan yang membuat kita bisa menjadi satu adalah kemanusiaan, menjunjung martabat manusia dan tetap mengutamakan hak asasi manusia,” imbuh Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini.

 

Sumber :

https://www.behance.net/ojelhtcman4fb2