Pengertian Sedekah

Pengertian Sedekah

 

Pengertian Sedekah
Pengertian Sedekah

Sedekah berasal dari Bahasa Arab dari kata Shodaqoh, yang berarti pemberian yang biatnya mendapatkan pahala dari Allah. Sedekah dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu sedekah wajib seperti zakat, sedekah sunah dan sedekah jariyah (waqaf).

Sedekah Wajib (Zakat)

Sedekah jenis ini bersifat wajib dikerjakan apabila harta kita telah menjadi batas nishab dalam satu tahun maka diwajibkan mengeluarkan zakat. Besarnya harta dikeluarkan relative sesuai dengan jenis bendanya. Ada yang sebesar 2,5%, 5 %, 10% dan ada yang 20%. Jika orang kaya memiliki harta melebihi batas nishab tidak dikeluarkan zakat maka akan terkena dosa. Selain sedekah wajib berupa zakat sedekah ini juga bisa berbentuk kifarat.

Sedekah Wajib untuk membayar Kifarat

Di dalam syariat Islam ada dosa-dosa tertentu yang pelakunya dituntut membayar kifarat. Milsanya melakukan hubungan suami-isteri pada siang hari pada bulan Ramadhan, melanggar wajib sumpah, membunuh dll. Bentuk kifarat bermacam-macam, diantaranya adalah membebaskan budak, bersedekah kepada fakir miskin, dan berpuasa. Hukum kifarat wajib dilakukan. Di bawah ini adalah contoh hadist kewajiban membayar kifarat.

Dari Abu Hurairah r.a. Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi saw , tiba-tiba ada seorang laki-laki datang, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah celaka saya. Berilau bertanya, “Memangnya kamu kenapa? Ia menjawab, aku menjimak isteriku padahal aku sedang berpuasa. Lalu Rasulullah bertanya, bisakah kamu membebaskan seorang budak? Ia menjawab : tidak. Rasulullah bertanya lagi, bisakah kamu berpuasan enampuluh hari berturut-turut? Ia menjawab: Tidak. Rasulullah bertanya, Bisakah kamu memberikan enampuluh orang fakir miskin?, Ia menjawab, Tidak.”

Sedekah Sunat

Selain sedekah yang diwajibkan karena memiliki kelebihan harta dari nishab yang ditentukan dan sedekah yang wajib dilakukan untuk menebus dosa, Islam juga menganjurkan sedekat sunat atau tathawu’. Surat Al Baqarah ayat 177 :

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan kebarat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajiban itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kita, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir dan orang-orang yang meminta-minta dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah yang benar imannya, dan merekan itul orang-orang yang bertakwa.”

Hibah

Adalah pemberian yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain bukan karena sebuah penghormatan dan bukan karena orang tersebut sangat membutuhkan. Contoh hibah adalah seorang ayah memberikan tanah kepada anak angkatnya.

Hadiah

Adalah pemberian seseorang kepada orang lain karena rasa cinta, penghormata, atau prestasi. Hadiah bisa menumbuhkan rasa kasihsayang. Rasulullah saw bersabda “Saling memberi hadiahlah kalian niscaya kalian akan saling mencinta”. Sekalipun Nabi saw tidak mau menerima sedekah dan zakat, namun beliau mau menerima dan memakan hadiah meskipun hadiah itu nilainya tidak banyak.

Risywah

Adalah pemberian dari seseorang kepada orang lain karena adanya tendensi-tendensi tertentu. Misalnya, agar proyeknya lancar, agar menang di pengadilan, agar bisa diterima sebagai pegawai negri dll. Hukum Risywah adalah haram. Rasulullah bersabda, “Allah melaknat orang-orang yang menyuap dan orang-orang yang menerima suap.”

Sumber: https://www.pendidik.co.id/12-hukum-bacaan-tajwid-beserta-contohnya-yang-harus-diketahui/