Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia ‘Adipati Yunus Pendiri Kerajaan Islam di Jawa’

Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia ‘Adipati Yunus Pendiri Kerajaan Islam di Jawa’

 

Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia ‘Adipati Yunus Pendiri Kerajaan Islam di Jawa’
Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia ‘Adipati Yunus Pendiri Kerajaan Islam di Jawa’

Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia

Kali ini dalam sistem pengetahuan sosial, kita akan mempelajari sejarah kerajaan islam di indonesia ‘adipati yunus pendiri kerajaan islam di jawa. artikel yang menceritakan kerajaan majapahit diruntuhkan oleh adipati yunus (bupati demak) yang memegang pimpinan pada waktu itu, dengan tujuan meruntuhkan kekuasaan hindu dan mendirikan kerajaan islam di indonesia. Untuk lebih jelasnya mari kita menyimak sejarah kerajaan islam di indonesia ‘adipati yunus pendiri kerajaan islam di jawa’ di bawah ini.

Berdirinya Kerajaan Islam di Jawa

Raja-raja yang menggantikan Hayamwuruk tidak ada yang sanggup mempertahankan kesatuan kerajaan Majapahit yang besar itu. Tindakan bupati-bupati makin lama makin bebas. Mereka tidak mau lagi mempedulikan kekuasaan raja. Raja Majapahit hanya tinggal namanya saja berkuasa atas kerajaannya. Sesungguhnya yang memerintah ialah para bupati. Selangkah demi selangkah mereka menjadi raja yang berdiri sendiri. Terutama bupati-bupati pesisir di Demak, Gresik, Tuban dan lain-lainnya.
Sebabnya terutama karena agama Islam makin lama makin berkembang. Kita telah tahu, bahwa agama Islam itu dibawa masuk ke Indonesia oleh saudagar-saudagar serta pelaut-pelaut dari Gujarat. Oleh karena itu pertama sekali penduduk bandar-bandar tadi yang dipengaruhi oleh agama baru itu. Bupati-bupati pesisir tersebut berikhtiar supaya mereka selalu bersahabat dengan saudagar-saudagar dari luar negeri. Bukankah mereka menerima pendapatannya hampir semuanya dari perniagaan? Sebab itu mereka tidak menentang agama Islam seperti kasta pendeta Hindu.

Kerajaan Tidak Diakui

Bupati-bupati pesisir lebih bebas kedudukannya terhadap raja, karena mereka memeluk agama Islam. Bahkan mereka tak sudi mengakui kekuasaan raja. Bukankah mereka itu beragama Islam? Masakan mereka masih mau menganggap dirinya takluk kepada raja Hindu. Adapun raja biasa berkeliling mengunjungi tempat-tempat suci diseluruh negeri diiringkan oleh kaum Brahmana. Apakah itu artinya bagi kaum muslimin? Mereka tak takut akan kemurkaan Syiwa. Lagi pula Qur’an melarang menyembah dewa Hindu yang banyak itu. Dimata orang Islam raja Majapahit itu orang yang tidak berguna, tak ada bedanya dengan kaum brahmana.

Kira-kira tahun 1500 beberapa orang bupati pesisir bermaksud menjatuhkan raja Majapahit. Adipati Yunus (Pati Unus) bupati Demak, yang memegang pimpinan. Maksudnya ialah meruntuhkan kekuasaan Hindu dan mendirikan kerajaan Islam di indonesia. Ia mengerahkan tentera, lalu menyerang kerajaan Majapahit. Akhirnya ia dapat merebut kota Majapahit. Keraton dihancurkan dan rajapun tewas dalam pertempuran.
Tetapi kemudian masih ada kesulitan. Adipati Yunus hendak membentuk kerajaan baru. Demak harus menjadi ibukotanya. Tetapi maukah kiranya segenap rakyat mengakui kekuasaannya? Belum semua orang memeluk agama Islam. Masih banyak juga orang yang beragama Hindu, apa lagi di daerah pedalaman. Bagaimanakah daya-upaya adipati Yunus, supaya ia diakui sebagai pengganti raja Majapahit oleh mereka?

Untuk mencapai meksudnya itu adipati Yunus merebut alat-alat kerajaan Majapahit, misalnya mahkota raja dan lain-lainnya. Alat-alat kerajaan tadi dalam bahasa Jawa disebut upacara. Alat-alat kerajaan itu diwaris oleh pengganti raja. Barangsiapa memegang upacara tersebut, oleh rakyatnya dipandang sebagai raja yang sah yang menguasai pulau Jawa. Itulah sebabnya, maka adipati Yunus berjerih-lelah merebut kerajaan Majapahit. Barangsiapa berani mengaku raja Majapahit, tetapi tidak memegang alat-alat kerajaan tersebut, tentu dianggap penipu.

Upacara Kerajaan

Upacara kerajaan Majapahit tersebut lalu dibawa ke Demak oleh adipati Yunus. Itulah tandanya, bahwa ia telah mengalahkan raja Majapahit. Dialah yang melenyapkan ibukota kerajaan Hindu Majapahit. Sejak itu Demaklah yang menjadi ibukota kerajaan, karena disitulah tempat upacara kerajaan, dan disitulah tempat kedudukan raja yang sah. Oleh karena ia beragam Islam, lalu bergelar Sultan, supaya terlepas dari kenang-kenangan dari kekuasaan Hindu.
Berhubung dengan kemenangan adipati Yunus itu, maka kesultanan Demak menjadi kerajaan Islam yang pertama dipulau Jawa.
Sekian artikel tentang sejarah kerajaan islam di indonesia ‘adipati yunus pendiri kerajaan islam di jawa’. semoga dapat berguna dan bermanfaat untuk pembaca.

Baca Juga: