Shalat Yang Diqashar Itu, Shalat Adaan

Shalat Yang Diqashar Itu, Shalat Adaan

Shalat Yang Diqashar Itu, Shalat Adaan

Shalat Yang Diqashar Itu, Shalat Adaan
Shalat Yang Diqashar Itu, Shalat Adaan

Shalat Yang Diqashar

Shalat yang diqashar itu, shalat adaan (tunai) bukan shalat qadha. Adapun shalat yang ketinggalan di waktu berjalan boleh diqashar atau diqadha dalam perjalanan, tetapi yang ketinggalan sewaktu mukim tidak boleh diqadha dengan qashar sewaktu dalam perjalanan.8

Berniat qashar ketika takbiratul ikhram.

Niat qosor pada waktu takbiratul ikhram contoh seperti berikut:

أصلى فرض الظهر ركعتين قصرا مستقبل القبلة لله تعالى الله اكبر

Shoalat Qosor Tidak Bermakmum

Tidak bermamum sekalipun sebentar kepada orang yang tidak mengqashar shalatnya, sekalipun juga musafir.9

Tata Cara Shalat Qashar

Pada prinsipnya, pelaksanaan shalat qashar sama dengan shalat biasa hanya saja berbeda pada niat rakaatnya dijadikan 2 rakaat dan tidak ada tahiyat awal. Jadi setelah dua rakaat maka lakukanlah tahiyat akhir dan salam.

Contoh niat shalat dzuhur yang diqashar:

نويت اصلى فرض الظهر مقصورة لله تعالى

“Aku tunaikan shalat fardhu dzuhur, diqashar karena Allah Ta’ala”.10

 Menurut kitab mabadi’ fiqih

Syarat-syarat agar mengqashar menjadi sah :

  • Jarak musafir itu sejauh dua marhalah yang sama dengan perjalanan sehari semalam menurut jalannya binantang yang bermuatan (kurang lebih dua belas mil, yang satu milnya sama dengan 4000 langkah, atau kira-kira 80 kilometer).
  • Orang musafir itu bertujuan pergi ke tempat yang ditentukan.
  • Perginya (safarnya) orang itu bukan untuk bermaksiat.
  • Orang musafir itu supaya berniat mengqashar sholatnya pada setiap melakukan sholat yang diqashar.
  • Orang yang musafir jangan bermakmum kepada orang mukim (orang yang menetap dan tidak musafir).

Syaratnya jama’ taqdim :

  • Musafir itu melakukan sholat yang memiliki waktu taqdim (yaitu, waktu Dhuhur dan Maghrib).
  • Supaya berniat melakukan jama’ pada saat melakukan sholat yang pertama.
  • Supaya melakukan muwalat antara dua sholat yang di jama’, jadi antara sholat yang pertama dengan sholat yang kedua jarak waktunya jangan terlampau lama dipisahkan (pendek saja).
  • Jangan sampai safarnya terputus sebelum masuk waktu yang kedua.

Syaratnya jama’ ta’khir :

  • Niat melakukan jama’ ta’khir pada waktu mengerjakan sholat yang pertama.
  • Masih tetap dalam keadaan musafir hingga selesainya kedua sholat yang di jama’

Baca Juga: