Hadiri Raker LP Ma’arif, Mendikbud Ingatkan Pentingnya Penguatan Karakter

Hadiri Raker LP Ma'arif, Mendikbud Ingatkan Pentingnya Penguatan Karakter

Hadiri Raker LP Ma’arif, Mendikbud Ingatkan Pentingnya Penguatan Karakter

Hadiri Raker LP Ma'arif, Mendikbud Ingatkan Pentingnya Penguatan Karakter
Hadiri Raker LP Ma’arif, Mendikbud Ingatkan Pentingnya Penguatan Karakter

 

Bandung, Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)

Muhadjir Effendy menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif di Bandung (27/2/2018). Dalam paparannya, Mendikbud menjelaskan salah satu misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menurut nawa cita presiden adalah Penguatan Pendidikan Karakter.

“70% pendidikan karakter khususnya di pendidikan dasar. Maka lahirlah PPK (penguatan pendidikan karakter). Di sd, smp, diperkuat pendiidkan karakternya maka di SMA itu pendidikan vokasinya. Siswa SMA memiliki skill sebagus apapun kalau tidak memiliki pendidikan karakter yang kuat maka itu tidak bagus,” kata Menteri Muhadjir.

Untuk mendukung program tersebut, salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menerbitkan Permendikbud Nomor 27 Tahun 2017 yang mengatur waktu guru di sekolah yg semula 24 jam tatap muka dalam seminggu menjadi 8 jam per hari di sekolah selama 5 hari.

Dalam acara yang turut dihadiri oleh Menteri Agama (Menag)

Lukman Hakim tersebut, ia juga menjelaskan tentang penggunaan 20% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan. Dalam penjelasannya, anggaran 20% APBN itu bukan berarti hanya dikelola oleh Kemendikbud, tetapi juga oleh Kemenristekdikti, Kemenag, transfer daerah, dan lain-lain.

“Amanat di UUD, anggaran itu harus 20%. Kita berharap agar Ma’arif ikut mengafirmasi ke daerah-daerah agar mengalokasikan aggaran sampai 20% karena selama ini di daerah-daerah masih sangat rendah,” tuturnya.

Sebagai penutup, Muhadjir berjanji akan bersama-sama membangun Indonesia

melalui pendidikan dengan merangkul seluruh kalangan. “Melalui pendidikan, insyaallah saya bersama Ma’arif, Muhammadiyah, dan lembaga lainnya akan terus memajukan Indonesia,” tutup Mendikbud. (Aji Shahwin)

 

Baca Juga :