Jenis Karangan Deskripsi

Jenis Karangan Deskripsi

Jenis Karangan Deskripsi

Jenis Karangan Deskripsi
Jenis Karangan Deskripsi

 

Karangan deskripsi ini terbagi atas dua jenis yaitu

deskripsi ekspositoris dan deskripsi artistik/impresionistik.

1. Deskripsi Ekspositoris

   Deskripsi ini bertujuan menjelaskan sesuatu dengan perincian yang jelas sebagaimana adanya tanpa menekankan unsur impresi/kesan atau sugesti kepada pembaca. Bahasa yang digunakan adalah bahasa formal dan lugas. Karangan jenis ini berisi daftar detail sesuatu secara lengkap sehingga pembaca dengan penalarannya dapat memperoleh kesan keseluruhan tentang sesuatu.

2. Deskripsi Artistik/ Impresionistik

    Deskripsi ini bertujuan untuk mendapatkan tanggapan emosional pembaca pun kesan pembaca. Ciri khas deskripsi ini diantaranya ditentukan oleh macam kesan apa yang diinginkan penulisnya. Dalam hal ini kesan-kesan itu dapat diurutkan secara kronologis, lokasi, klimaks, dan antiklimaks. Selain itu pemilihan kata secara tepat sangat penting.
    Perincian yang jelas dengan menekan unsur sugesti dan menggunakan impresi atau kesan penulis terhadap objek yang digambarkan sehingga pembaca seolah-olah berkenalan langsung dengan objek yang disampaikan ini serta bahasa yang digunakan itu sangat memikat dan pilihan kata yang menggugah perasaan,

Berikut ini disajikan sebuah contoh deskripsi artistik/ Impresionisktik tentang suasana alam :

BEKISAR MERAH
Ahmad Tohari
Dari balik tirai hujan sore hari pohon-pohon kelapa diseberang lembah itu seperti perawan mandi basah, segar penuh gairah dan daya hidup. Pelepah-pelepah yang kuyup adalah rambut basah yang tergerai dan jatuh di belahan punggung. Batang-batang yang ramping dan meliuk-liuk oleh hembusan angin seperti tubuh semampai yang melenggang tenang dan penuh pesona. Ketika angin tiba-tiba bertiup lebih kencang pelepah-pelepah serempak terjulur sejajar satu arah, seperti tangan-tangan penari yang mengikuti irama hujan, seperti gadis-gadis tanggung berbanjar dan bergurau di bawah curah pancuran. Pohon-pohon kelapa itu, tumbuh ditanah lereng diantara pepohonan lain yang rapat dan rimbun kemiringan lereng membuat pemandangan seberang lembah itu. Kemiringan lereng membuat pemandangan seberang lembah itu seperti lukisan alam gaya klasik Bali yang terpapar di dinding langit. Selain pohon kelapa yang memberi kesan lembut, batang sengon yang kurus dan langsing menjadi garis-garis tegak berwarna putih dan kuat.

Ada beberapa pohon aren dengan daun mudanya mulai mekar, kuning dan segar.

Ada pucuk pohon jengkol yang bewarna cokelat kemerahan, ada bunga bungur yang ungu berdekatan dengan pohon dadap dengan kembangnya yang bewarna merah. Dan batang-batang jambe rowe, sejenis pinang dengan buahnya yang bulat dan lebih besar, memberi kesan purba pada lukisan yang terpajang di sana. Contoh di atas menggambarkan suasana alam pedesaan pada sore hari setelah hujan turun. Pengarang begitu pandainya menggambarkan objek deskripsinya. Fakta-fakta yang dipilih oleh penulis dihubungkan dengan efek yang ingin ditonjolkan, yaitu keindahan dan kedamaian alam pedesaan. Fakta-fakta ini dijelaskan dengan perbandingan-perbandingan subjektif penulisnya sehingga pembaca juga ikut membayangkan keindahan alam yang dideskripsikan.