Unsur Pembentuk Karangan Deskripsi

Unsur Pembentuk Karangan Deskripsi

Unsur Pembentuk Karangan Deskripsi

Unsur Pembentuk Karangan Deskripsi
Unsur Pembentuk Karangan Deskripsi

 

 Unsur-unsur karangan deskripsi dalam hal ini artinya

bagian-bagian yang membangun suatu karangan. Unsur-unsur inilah yang juga sekaligus menjadi patokan penilaian suatu karangan. Apabila karangan itu sempurna atau kurang sempurna.
Unsur-unsur karangan tersebut dapat dilihat pada penjelasan berikut ini:

1. Isi Gagasan

   Dalam karangan deskripsi, isi merupakan aspek penilaian. Isi mencakup topik, sub topik dan urutan pengembangan topik adalah pembicaraan dalam keseluruhan karangan, sebuah topik dapat bersumber dari pengalaman, pengetahuan, imajinasi pendapat atau keyakinan. Sebuah karangan bisa menyajikan fakta, pendapat, sikap, tanggapan, imajinasi atau ramalan.
   Sebuah karangan yang baik isinya harus memperlihatkan penyusunan topik, sub topik dan adanya urutan pengembangan yang cukup mendetail serta disusun dengan cermat dan logis dengan demikian susunan cerita menjadi teratur.

2. Organisasi Kalimat (Koherensi dan Kohesi Isi)

   Organisasi dalam karangan adalah pengolahan bahan, pengaturan pengembangannya. Organisasi isi yang baik harus memperlihatkan koherensi dan kohesi. Koherensi adalah memperlihatkan adanya hubungan yang logis atau suatu upaya membuat jalan pikiran dari yang satu ke yang lain berhubungan erat dan lancar serta menghasilkan kejelasan sehingga pembaca dapat mengikuti jalan pikiran sipenulis secara jelas dan dapat melihat kaitan satu sama lain serta kaitannya dengan ide pokok.
   Koherensi diperoleh dari susunan ide yang satu dan pola susunannya tepat dan tertib. Pola susunan itu bisa berdasarkan urutan waktu, urutan ruang atau urutan logis. Dan penyusunan gagasan harus disesuaikan dengan pokok pembicaraan tujuan dan sifat tulisan. Kalimat juga harus disusun dalam pola dan kaidah kebahasaan yang teratur. Artinya, penyatuan suatu paragraf bukan hanya untuk menyatukan hubungan antar kalimat, melainkan untuk menunjuk kejelasan hubungan.
   Kohesi dalam karangan harus memperlihatkan adanya nosi ketergantungan. Kohesi adalah sesuatu yang menunjukkan kepada sesuatu yang menjadi pengikat antara kalimat-kalimat sehingga menjadi sebuah wacana. Dengan adanya kohesi menyebabkan kita tidak dapat menginterpretasikan sebuah kalimat tanpa memperhatikan kalimat lain. Kalimat yang satu mengingatkan pengetahuan kita tentang kalimat yang lain sebelum atau sesudahnya.

   Dengan demikian interpretasi kita terhadap kalimat tepat dan tidak salah dalam sebuah karangan.

3. Pilihan Kata atau Diksi
    Pilihan kata atau diksi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991;22) dijelaskan sebagai berikut; “Diksi berarti pemilihan kata yang bermakna tepat dan selaras (cocok penggunaanya) untuk mengungkapkan gagasan dengan cocok pokok pembicaraan, peristiwa dan khalayak pembaca atau pendengar.” Lebih lanjut Keraf (1991: 22) mengatakan bahwa; “ pengertian pilihan kata atau diksi jauh lebih daripada apa yang dipadukan oleh jalinan kata-kata itu.” Istilah ini bukan saja dipergunakan untuk menyatakan kata-kata mana yang dipakai untuk mengungkapkan suatu idea tau gagasan tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa dan ungkapan. Gaya bahasa sebagai bagian dari diksi bertalian dengan ungkapan-ungkapan yang individual atau karakteristik atau yang memiliki nilai artistik yang tinggi.
    Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian pilihan kata atau diksi secara singkat adalah pilihan kata yang dipakai untuk mengungkapakan suatu ide atau gagasan yang meliputi gaya bahasa dan ungkapan. Gaya bahasa sebagai bagian dari diksi bertalian dengan ungkapan-ungkapan individual atau karakteristik atau yang memiliki nilai artistik yang tinggi.
4. Ejaan
    Zaenal Arifin ( 2006: 187) menyatakan; “ ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana hubungan antar lambang-lambang itu ( pemisahan atau penggabungannya dalam suatu bahasa).” Secara teknis ejaan menyangkut penulisan huruf, penulisan kata dan pemakaian tanda baca.
5. Deskripsi yang Digunakan Untuk menulis sebuah deskripsi, penulis harus mengetahui benar deskripsi yang bagaimana akan digunakan. Untuk menciptakan deskripsi yang bagus perlu adanya objek yang dilukiskan, objek yang dilukiskan itu bisa bersumber dari pengalaman, pengamatan serta imajinasi. Adanya rincian-rincian terhadap objek yang dilukiskan sehingga suatu objek dapat dibedakan dengan yang lain. Rincian tersebut bisa berupa ciri atau apa yang akan dilukiskan dan rincian tersebut akan memperlihatkan karangan deskripsi yang menarik.