Yogyakarta Krisis Guru Agama

Yogyakarta Krisis Guru Agama

Yogyakarta Krisis Guru Agama

Yogyakarta Krisis Guru Agama
Yogyakarta Krisis Guru Agama

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kekurangan ratusan guru agama.

Kurangnya jumlah pengajar mengakibatkan pendidikan keagamaan diambil alih oleh pihak-pihak yang berpaham radikal dan intoleran.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Muhammad Lutfi Hamid di Komplek Kepatihan, baru-baru ini. Ia menyampaikan saat ini DIY membutuhkan ratusan guru agama untuk menambal kekurangan yang ada.

“Jumlah kurangnya ratusan. Lebih dari 500 orang. di Sleman saja saya pernah menghitung kurangnya sampai 285. (Kebutuhan guru) hampir mencapai 1.000 orang,” ujar Lutfi seperti dilansir dari Harian Jogja, Rabu (5/7/2017).

Lutfi berpendapat kurangnya jumlah guru di DIY bisa diatasi dengan cara

memanfaatkan keberadaan guru honorer yang dialihfungsikan jadi guru agama.

“Masalahnya belum ada pergerakan untuk mencapai sinergitas ini. Insya Allah nanti kami bersama dinas pendidikan akan bicara untuk kepentingan penambahan guru agama,” terangnya.

Mengenai masalah siapa pihak yang nantinya akan menggaji guru-guru tersebut, Lutfi menyampaikan dirinya belum bisa memberikan keterangan karena harus membahas teknis pemanfaatan guru honorer terlebih dahulu.

Lebih lanjut ia menerangkan, kurangnya jumlah guru di DIY

menyebabkan pengajaran agama di sekolah-sekolah diambil alih oleh pihak-pihak yang berpaham radikal dan intoleran.

“Setiap sesuatu yang kurang, ada ketidakoptimalan. Upaya untuk menutup kekurangan itu harus proposional tidak asal-asalan. Kekurangan guru agama akhirnya diserahkan ke pihak lain yang tidak mendapat perhatian yang khusus. Diambil alih oleh kelompok yang tidak bagus dalam koridor NKRI.”

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21234/cara-memilih-jam-tangan-pria-yang-bagus-dan-berkualitas