SDIT Nurul Hikmah III Lepas Puluhan Siswa Angkatan Pertama

SDIT Nurul Hikmah III Lepas Puluhan Siswa Angkatan Pertama

SDIT Nurul Hikmah III Lepas Puluhan Siswa Angkatan Pertama

SDIT Nurul Hikmah III Lepas Puluhan Siswa Angkatan Pertama
SDIT Nurul Hikmah III Lepas Puluhan Siswa Angkatan Pertama

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Hikmah III Purwakarta lepas puluhan lulusan angkatan pertama.

Pada acara tersebut, digelar juga Wisuda Tahfidz Alquran.

Kegiatan yang mengusung tema “Meraih Mimpi Menggapai Asa, Menuju Generasi Qurani dan Berakhlakul Karimah” tersebut menghasilkan 43 siswa wisuda tahfidz dan melepas 26 siswa yang akan melanjutkan pendidikan dasarnya ke jenjang lebih tinggi lagi seperti SMP, MTs, atau pesantren.

Ditemui di sela acara, di Hotel Harper Bungursari Purwakarta, Sabtu (12/5), Kepala SDIT Nurul Hikmah III Purwakarta Erna Jamilah menyampaikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah SDIT Nurul Hikmah III bisa menyelenggarakan wisuda tahfidz dan pelepasan siswa angkatan pertama. Ini semua berkat dukungan yayasan, orangtua siswa, para guru, dan semua pihak,” ujarnya.

Erna menyebutkan, SDIT Nurul Hikmah III mengusung tagline “Sekolahnya Anak Mumtaz” yang artinya istimewa.

 

“Anak-anak ini memang istimewa. Tak hanya cerdas dan mampu meraih nilai yang memuaskan, namun juga berakhlakul karimah. Bahkan seluruh lulusannya adalah para penghafal Alquran. Kami mewajibkan setiap lulusan minimal hafal juz 30. Bahkan di antaranya ada yang hafal juz 30, 29, dan 28,” katanya bangga.

Lebih lanjut Erna menyebutkan, keberadaan SDIT Nurul Hikmah III ingin memberikan sesuatu yang berbeda agar dunia pendidikan di Purwakarta menjadi lebih baik.

“Kami memadukan kurikulum Diknas dengan model pembelajaran khas Nurul Hikmah III berupa 7 program utama.

Di antaranya tahsin dan tahfidz Alquran 4 jam setiap hari atau 20 jam per pekan,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, ada character building, kepemimpinan, life skill, social project, zona kreasi, dan parenting. “Ketujuh program tersebut disempurnakan 3 program pendukung, ketiganya adalah Bahasa (Arab, Indonesia, Inggris, Sunda), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta Humaniora (karate, pramuka, futsal, sains, dan lainnya),” kata dia.

Yang tak kalah istimewa, para guru, khususnya guru tahfidz bersanad kepada Syekh Ahmad Abdul Khair dari Mesir. “Sistem pembelajarannya pun dengan membagi siswa, di mana satu guru menangani hanya 8-9 siswa saja. Jadi lebih fokus dan perkembangan anak dapat terpantau dengan pasti,” ucapnya.

Erna menegaskan pentingnya menghafal Alquran untuk menanamkan rasa cinta terhadap Alquran. “Jadi tak sekadar bisa membaca tapi juga mampu mengimplentasikannya. Orangtua siswa juga menjadi terpicu atau termotivasi lagi membaca Alquran,” ujarnya.

Untuk itu, kata Erna, pihaknya juga memiliki program unggulan yakni Spirit Quran Super Camp, live in, home visit, teaching parents, family day, dan poe karimah. “Saya berharap lulusan SDIT Nurul Hikmah dapat meneruskan ke jenjang pendidikan lebih tinggi dengan tetap memelihara hafalan Qurannya. Karenanya kami juga mengarahkan ke SMPIT atau pesantren, namun keputusan tetap ada pada orangtua siswa,” katanya

 

Sumber :

https://egriechen.info/nilai-dari-proses-pembuatan-pinisi/