RENCANA POLA RUANG

RENCANA POLA RUANG

RENCANA POLA RUANG

RENCANA POLA RUANG
RENCANA POLA RUANG

Rencana ini merupakan bentuk pemanfaatan ruang Wilayah Kota yang akan dituju hingga akhir tahun perencanaan yang menggambarkan ukuran, fungsi serta karakter kegiatan manusia dan atau kegiatan alam.
Materi yang diatur :
+ Kawasan Lindung, rencana disesuaikan dengan tipologi kota beserta intensitasnya:

Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya;
Kawasan perlindungan setempat;
Kawasan suaka alam dan cagar budaya;
Kawasan rawan bencana alam; dan
Kawasan lindung.

+ Kawasan Budidaya, rencana disesuaikan dengan muatan masing-masing aspek perkotaan dan sosial budaya lingkungan setempat. Rencana kawasan ini mencakup:

rencana penanganan lingkungan perkotaan;
arahan kepadatan bangunan;
arahan ketinggian bangunan.

E. RUANG TERBUKA HIJAU
Arahan umum penempatan RTH sesuai dengan fungsi dan pemanfaatanannya RTH harus disediakan minimal 30% dengan standar minimal 20% untuk publik dan 10% dipenuhi dari privat.

F. RUANG TERBUKA NON HIJAU

Dapat berupa ruang terbuka yang diperkeras maupun ruang terbuka biru (RTB) yang berupa permukaan sungai, danau, atau kolam-kolam retensi.
Rencana ruang terbuka non hijau memberikan arahan terhadap tipologi kebutuhan dan penyediaan ruang terbuka non hijau berdasarkan bentuk dan tipe penyediaan termasuk kriteria pemanfaatannya.

G. RENCANA KEGIATAN SEKTOR INFORMAL (PKL)

Arahan lokasi pengelolaan sektor informal seperti pedagang kaki lima, pasar loak, penjualan barang bekas.
Lokasi dan luas difokuskan pada integrasi dengan kegiatan sektor informal terhadap kawasan sekitarnya sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kemacetan, kebersihan, kriminalitas, dll.
Kemungkinan dikelola secara khusus untuk meningkatkan nilai tambah ruang.

H. RUANG EVAKUASI BENCANA

Arahan ruang yang dipersiapkan sebagai tempat sementara evakuasi para korban bencana (keamanan terjamin, akses yang cukup tinggi dan terjangkau dari luar daerah.
Lokasi disesuaikan dengan jenis dan resiko bencana, skala pelayanan, dan daya tampung.

I. PENETAPAN KAWASAN STRATEGIS
Kawasan ini merupakan kawasan yang didalamnya berlangsung kegiatan yang berpengaruh besar terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, antara lain :

Kawasan strategis pertahanan dan keamanan;
Kawasan strategis pertumbuhan ekonomi;
Kawasan strategis sosial budaya;
Kawasan strategis pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi;
Kawasan strategis fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.

Penetapan kawasan ini harus didukung oleh kepentingan tertentu dengan pertimbangan aspek-aspek strategis, kebutuhan pengembangan tertentu, serta kesepakatan dan kebijakan yang ditetapkan diatasnya.

J. ARAHAN PEMANFAATAN RUANG
Penentuan prioritas pembangunan wilayah kota ditinjau dari kebutuhan pembangunan wilayah, sarana dan prasarana prioritas, ketersediaan dana, komponen kawasan utama dengan fungsi multiplier effect, penduduk pendukung, serta arahan pembangunan dalam mewujudkan rencana tata ruang melalui pola penatagunaan tanah, air dan udara, usulan program utama pembangunan, perkiraan dana, dan sumber dana pembangunan, instansi pelaksana, waktu dan tahap pelaksanaan.

Muatan dasar meliputi:

Indikasi program utama
Perkiraan pendanaan beserta sumbernya
Intansi pelaksana

Sumber : https://downloadapk.co.id/