Lima Pilar Penguatan Mutu Perguruan Tinggi Menurut Kemenristekdikti

Lima Pilar Penguatan Mutu Perguruan Tinggi Menurut Kemenristekdikti

Lima Pilar Penguatan Mutu Perguruan Tinggi Menurut Kemenristekdikti

Lima Pilar Penguatan Mutu Perguruan Tinggi Menurut Kemenristekdikti
Lima Pilar Penguatan Mutu Perguruan Tinggi Menurut Kemenristekdikti

Ada lima pilar penguatan mutu Perguruan Tinggi menurut Tim Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal

(SPMI) kemenristekdikti. Lima pilar ini harus dimiliki oleh suatu lembaga pendidikan tinggi agar terus berkembang dan semakin maju.

Lima pilar penting yang menguatkan mutu sebuah perguruan tinggi itu antara lain, sinergi antara pengelola dan penyelenggaran pendidikan, keorganisasian, tata kelola, kepemimpinan dan penjaminan mutu.

“UMM telah menjadi salah satu perguruan tinggi yang bermutu. UMM menjadi salah satu contoh

universitas swasta yang mapan dalam sistem pengelolaan pelayanan pendidikannya,” kata Ir. Desiana Vidayanti M.T, Tim Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Ristekdikti, Rabu (28/8/2019).

UMM saat ini bekerjasama dengan Kemristekdikti untuk menggelar Sinkronisasi Sistem Penjaminan

Mutu Internal dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (IAPT 3.0 dan IAPS 4.0). Kerjasama ini dilakukan di Ruang Sidang Senat (RSS) Kampus III, UMM.
Baca Juga:

Barunastra ITS Kembali Raih Juara pada KKCTBN 2019
Kedubes Prancis Beri Tawaran Beasiswa untuk Mahasiswa UMM
Mahasiswa UMM Olah Bekatul Jadi Brownies Lezat
Menkeu Sri Mulyani Dianugerahi Tokoh Pemajuan Ekonomi Syariah
Emil Dardak: Potensi Perempuan Aset Nasional yang Besar

Lima pilar itu katanya harus diterapkan, agar perguruan tinggi tidak terhambat pertumbuhannya. Ia kemudian mencontohkan pada bidang keorganisasian. Dalam struktur organisasi harus ada kepemahaman dan kejelasan masing-masing tugas yang diemban.

“Jika mutu tidak dicek dan dijaga secara berkala, maka hampir dipastikan mutu yang dimiliki juga tidak akan terkontrol,” ujar Desiana, dosen Universitas Mercubuana Jakarta ini.

Desiana mengatakan jika perguruan tinggi tidak menaruh perhatian pada penjaminan mutu, selain merugikan perguruan tinggi sendiri, juga dapat merugikan mahasiswanya. Dalam pelaksanaannya, perguruan tinggi diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014, tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengelolaan pendidikan tinggi.

 

Baca Juga :