Menristekdikti: Inovasi di Perkuliahan Harus Ditingkatkan

Menristekdikti Inovasi di Perkuliahan Harus Ditingkatkan

Menristekdikti: Inovasi di Perkuliahan Harus Ditingkatkan

Menristekdikti Inovasi di Perkuliahan Harus Ditingkatkan
Menristekdikti Inovasi di Perkuliahan Harus Ditingkatkan

Di era Revolusi Industri 4.0, metode perkuliahan di perguruan tinggi Indonesia harus lebih inovatif,

antara lain dengan penggunaan media digital, teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality, dan Artificial Intelligence (AI). Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan, misalnya saja pada jurusan kedokteran semestinya bisa mengembangkan pembelajaran melalui video 3 Dimensi.

“Ini adalah satu contoh metode perkuliahaan yang dikembangkan oleh Universitas Pelita Harapan

(UPH) khususnya di bidang kedokteran. Artinya, kuliah yang sudah menggunakan Artificial Intellingence (AI) atau kecerdasan buatan, kuliah yang sudah menggunakan Virtual Reality dan Augmented Reality (AR), ini harus kita dorong terus supaya mahasiswa mendapatkan proses pembelajaran yang sempurna,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir pada saat menyaksikan Visual Learning “The Amazing Human Brain and The Potential Catastrophe” di Jakarta.

Mantan rektor Universitas Diponegoro ini menambahkan, metode pembelajaran seperti ini

bisa membuat mahasiswa tidak merasa kesulitan dalam menyerap materi yang sulit sekalipun dengan metode pembelajaran yang sangat sederhana. Guru besar akuntansi ini juga mengimbau kepada pimpinan perguruan tinggi lain untuk mulai bergerak melakukan metode pembelajaran yang baru dan inovatif ditengah perkembangan Revolusi Industri 4.0 yang sangat ini sedang kita hadapi.

 

Sumber :

http://diana-ega-fst12.web.unair.ac.id/artikel_detail-322214-Umum-RodeoStampede.html