Pastikan Keselamatan Peserta Didik, KPAI Kunjungi SMPN 32 Jakarta yang Roboh

Pastikan Keselamatan Peserta Didik, KPAI Kunjungi SMPN 32 Jakarta yang Roboh

Pastikan Keselamatan Peserta Didik, KPAI Kunjungi SMPN 32 Jakarta yang Roboh

Pastikan Keselamatan Peserta Didik, KPAI Kunjungi SMPN 32 Jakarta yang Roboh
Pastikan Keselamatan Peserta Didik, KPAI Kunjungi SMPN 32 Jakarta yang Roboh

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hai ini, Jumat

(22/12) akan melakukan pengawasan langsung ke SMPN 32 Kecamatan Pekojan, Jakarta Barat. Sekolah ini telah diberitakan roboh pada Kamis (21/12) dan telah melukai dua guru, yaitu Mahendra (40) dan Endang Winarya (41).

Pada kunjungan ini, KPAI diwakili oleh Retno Listyarti (Komisioner Bidang Pendidikan) dan Susiana Affandi (Komisioner Bidang Sosial dan Anak Dalam Situasi Darurat). Retno Listyarti, mengatakan, bangunan SMPN 32 Jakata yang roboh tersebut merupakan bangunan tua yang didirikan tahun 1880 dan bergaya Tiongkok, karenanya masuk dalam cagar budaya.

“Bangunan tua yang roboh tersebut, meski kondisinya sangat membahayakan

, namun selama ini digunakan warga SMPN 32 Jakarta sebagai tempat sholat, bukan ruang belajar,” ujar Retno melalui siaran pers yang diterima Edupost.id Jumat (22/12).

Pihak sekolah kabarnya sudah mengajukan permohonan renovasi bangunan ke Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta mengingat gedung tersebut merupakan cagar budaya yang harus dilestarikan. Namun sayangnya, permohonan itu tak kunjung disetujui sampai akhirnya bangunan tersebut roboh.

KPAI, kata Retno, juga mendapatkan informasi bahwa lahan SMPN 32 Jakarta pun kini

sudah miring ke sisi utara, sehingga berpotensi membahayakan para peserta didik dan warga sekolah yang lain. Diduga kuat, tanah di sisi utara sekolah amblas akibat banjir yang kerap menggenang di tahun-tahun sebelum normalisasi Kali Krukut yang berada di depan sekolah. ‎

“KPAI akan memastikan keselamatan anak-anak didik selama belajar di SMPN 32 Jakarta dengan kondisi bangunan dan lahan yang diduga sudah miring ke Utara tersebut. Sekolah sudah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman buat peserta didik,” pungkas Retno. (Andi)

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/