3 Urutan Pertama Para Penguasa Daulah Fatimiyah
Agama

3 Urutan Pertama Para Penguasa Daulah Fatimiyah

3 Urutan Pertama Para Penguasa Daulah Fatimiyah

3 Urutan Pertama Para Penguasa Daulah Fatimiyah
3 Urutan Pertama Para Penguasa Daulah Fatimiyah

Daulah Fatimiyah ini akan cepat termasyhur dan di kenal dunia. Adapun para penguasa Daulah Fatimiyah adalah sebagai berikut:

1. Ubaidillah Al-Mahdi (909-934 M)

Al-Mahdi merupakan penguasa Fatimiyah yang cakap, dua tahun semenjak penobatannya ia menghukum mati pimpinan propagandanya yaitu Abu Abdullah al-Husain karena terbukti bersekongkol dengan saudaranya yang bernama Abul Abbas untuk melancarkan perebutan jabatan khalifah. Kemudian al-Mahdi melancarkan gerakan perluasan wilayah kekuasaan ke seluruh Afrika yang terbentang dari Mesir sampai dengan wilayah Fes di Maroko. Pada tahun 914 M, ia menduduki Alexandria. Kota-kota lainnya seperti Malta, Syiria, Sardinia, Corcisa, dan sejumlah kota lain jatuh didalam kekuasaannya.[3] Pada tahun 920 M, khalifah al-Mahdi mendirikan kota baru di pantai Tunisia dan menjadikannya sebagai ibu Kota Fatimiyah, kota ini dinamakan kota Mahdiniyah.

Al-Mahdi ingin menaklukan Spanyol dari kekuasaan Umayyah. Oleh karena itu, ia menerima hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Muhammad bin Hafsun, pimpinan pergerakan pemberontak di Spanyol. Namun, ambisinya ini belum berhasil sampai ia meninggal dunia pada tahun 934 M.

2. Al-Qa’im (934-946 M)

Al-Mahdi digantikan oleh putranya yang tertua bernama Abul Qasim dan bergelar al-Qa’im. Ia meneruskan gerakan ekspansi yang telah dimulai ayahnya. Pada tahun 834 M, ia mengerahkan pasukan dalam jumlah besar ke daerah selatan pantai Prancis. Pasukan ini berhasil menduduki Genoa dan wilayah sepanjang pantai Calabria. Mereka melancarkan pembunuhan, penyiksaan, pembakaran kapal-kapal, dan merampas budak-budak. Pada saat uang sama ia juga mengerahkan pasukannya ke Mesir, namun pasukan ini berhasil dikalahkan oleh Dinasti Ihsidiyah sehingga mereka terusir dari Alexandria. Di tengah kesuksesannya dalam ekspansi, al-Qa’im mendapat perlawanan dari kalangan Khawarij yang melancarkan pemberontakan di bawah pimpinan Abu Yazid Makad. Berkali-kali gerakan pemberontak ini mampu menahan serangan pasukan Fatimiyah dalam peperangan yang berlangsung hampir tujuh tahun.

Al-Qa’im merupakan prajurit pemberani, hampir setiap ekspedisi militer dipimpinnya secara langsung. Ia merupakan khalifah Fatimiyah pertama yang menguasai lautan Tengah. Al-Qa’im meninggal pada tahun 946 M, ketika itu sedang terjadi pemberontakan di Susa’ yang dipimpin oleh Abu Yazid. Al-Qa’im digantikan oleh putranya yang bernama al-Manshur.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/doa-sebelum-belajar/

3. Al-Manshur (946-965 M)

Al-Manshur mulai memegang jabatan khalifah ketika ayahnya mengumumkan pengangkatan sebagai putra mahkota beberapa saat sebelum meninggal. Tak lama kemudian dia memerintahkan pengiriman kapal yang dipenuhi makanan dan peralatan peran ke Suez yang saat itu sedang dikepung oleh tentara Abu Yazid. Bantuan itu tiba di Suez dua hari sebelum kematian al-Qa’im. Sepekan setelah kematian ayahnya, al-Manshur mempersiapkan diri memimpin pertempuran menumpas Abu Yazid dan pasukannya di Suez melalui jalur darat. Namun Al-Manshur mengurungkan niatnya dan menunjuk Kabun sebagai penggantinya. Al-Manshur juga memerintahkan Ya’qub bin Ishaq menuju ke Suez melalui laut secara diam-diam. Dalam misi ini al-Manshur mampu mengusir Abu Yazid dan pasukannya dari Suez. Abu Yazid dapat lolos dan melarikan diri ke kota Qairuwan kemudian meneruskan perjalanan ke Kadiyah.

Pada akhir 974 M di puncak Gunung Kiyanah, Abu Yazid dan pasukannya dapat dikepung didalam kemahnya, dan menjelang malam hari seluruh perkemahan dibakar agar tidak seorangpun yang dapat lolos, dan Abu Yazid dapat lolos namun dapat ditangkap dalam keadaan penuh luka, akhirnya Abu Yazid meningggal ditengah perjalanan saat akan dibawa ke Afrika.
Setelah mampu mengembalikan stabilitas dalam negeri yang sempat hilang dibawah al-Qa’im, al-Manshur memindahkan ibu kota Fatimiyah dari Mahdiyah ke Manshuriyah, dari Manshuriyah al-Manshur berkonsentrasi mengalahkan dua kompetitornya di dunia Islam yaitu para khalifah Abbasiyah dan para amir Umayyah di Andalus. Al-Manshur juga berambisi menaklukkan para raja Nasrani termasuk Bizantium, namun sebelum semuanya terwujud al-Manshur meninggal.