Akibat Hukum Khulu
Agama

Akibat Hukum Khulu

Akibat Hukum Khulu

Akibat Hukum Khulu
Akibat Hukum Khulu

Dampak / akibat hukum khulu

Dalam hal akibat khulu, terdapat persoalan apakah perempuan yang menerima khulu dapat diikuti dengan talak ataun tidak?
Imam Malik berpendapat bahwa khulu itu tidak dapat diikuti dengan talak, kecuali jika pembicaraannya bersambung. Sedangkan Imam Abu Hanifah mengatakan dapat diikuti tanpa memisahkan antara penentuan waktunya, yaitu dilakukan dengan segera atau tidak. Perbedaan pendapat ini terjadi karena golongan pertama berpendapat bahwa iddah termasuk hukum talak. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat termasuk hukum nikah. Oleh karena itu ia tidak membolehkan seorang menikahi perempuan yang saudara perempuannya masih dalam iddah talak bain. Bagi fuqaha yang mengatakan bahwa iddah termasuk dalam hukum pernikahan, mereka berpendapat bahwa khulu tersebut dapat diikuti dengan talak. Sedang fukaha yang berpendapat demikian, mengatakan bahwa khulu tersebut tidak dapat diikuti dengan talak.

Kesepakatan Jumhur Ulama

Persoalan yang lain adalah jumhur fuqaha sepakat bahwa suami dapat menikahi mantan isterinya yang di khulu pada masa iddah dengan persetujuannya. Sedangkan fuqaha mutaakhirin tidak membolehkan. Kemudian fuqaha berselisih pendapat tentang iddah wanita yang di khulu apabila terjadi persengketaan antara suami isteri berkenaan dengan dengan kadar harta yang dipakai untuk terjadinya khulu. Adapun Imam Malik berpendapat bahwa yang dijadikan pegangan adalah kata-kata suami jika tidak ada saksi. Sedang Imam Syafi’i berpendapat bahwa kedua suami isteri saling bersumpah, dan atas isteri dikenakan mahar mitsil. Beliau mempersamakan persengketaan antara suami dengan persengketaan antara dua orang yang jual beli. Adapun Imam Malik memandang isteri sebagai pihak tergugat dan suami sebagai penggugat.

Baca Juga: