Aliran Behaviorisme
Pendidikan

Aliran Behaviorisme

Aliran Behaviorisme

Aliran Behaviorisme

Behaviorisme adalah aliran psikologi yang mempelajari tingkah laku-tingkah laku yang nyata, terbuka dan dapat diukur secara obyektif. Pada awal kemunculannya para ahli banyak mengadakan penelitian dengan sarana hewan.

Tokoh aliran ini adalah John Watson. Ia menyatakan bahwa pengalaman sadar merupakan bagian dari psikologi. Hampir semua perilaku merupakan hasil dari pengkondisian. Perilaku berasal dari stimulus dan berakhir dengan respon (S-R). Stimulus merupakan pengkondisian sebelumnya, sedangkan respon adalah produk perilaku.

Awalnya watson belajar filsafat, tetapi kemudian pindah ke dalam lapangan psikologi. Sejak tahun 1912 Watson telah terkenal dengan penyelidikan-penyelidikannya mengenai proses belajar pada hewan.

Dasar-Dasar Pendapat Watson

  1. Masalah objek psikologi

Watson berpendapat, bahwa sience sosiologi harus bersifat positif, sehingga objeknya bukanlah kesadaran dan hal-hal lain yang dapat diamati, melainkan haruslah tingkah laku, lebih tegasnya lagi tingkah laku yang positif, yaitu tingkah laku yang dapat diobservasi. Tingkah laku adalah reaksi organisme sebagai keseluruhan terhadap perangsang dari luar. Reaksi tersebut terdiri dari gerakan-gerakan dan perubahan-perubahan jasmani tertentu, jadi dapat diamatai secara objektif.

  1. Masalah metode

Watson menolak sama sekali metode introspektif, karena metode tersebut dianggapnya tidak ilmiah.

  1. Bagian-bagian teori Watson yang terpenting

1)      Teori Sarbon (Stimulus and response bond theory)

Tingkah laku yang kompleks ini dapat dianalisis menjadi rangkaian “Unit” perangsang dan reaksi (stimulus and response), yang disebut reflek.

  1. a)Perangsang atau stimulus adalah situasi objektif,yang wujudnya dapat bermacam-macam, seperti : sinar, bola kasti yang dilemparkan, rumah terbakar, kereta api penuh sesak dan sebagainya.
  2. b)Respons adalah reaksi objektif daripada individu terhadap situasi sebagai perangsang, yang wujudnya juga dapat bermacam-macam seklai, seperti : refleks pattela, memukul bola, mengambil makanan, menutup pintu, dan sebagainya.

Tetapi karena pandangannya yang radikal dan penggunaan istilah-istilah yang agak dipaksakan, maka banyak orang yang memperoleh kesimpulan, bahwa psikologi watson itu mekanistik dan dangkal. Palland (Kohnstamm dkk., 1950:396) misalnya, membuat kesimpulan sebagai berikut:

  1.             Bagan reflek adalah dasar psikologinya Watson ada dua, yaitu:

(1). Reflek gerakan

(2). Reflek sekresi

  1.             Segala tingkah laku yang kompleks dapat dikembalikan kepada reaksi-reaksi terhadap perangsang-perangsang.

                                                                            iii.            Segala bentuk tingkah laku yang kompleks tersusun dari refleks-refleks bersyarat.

2)      Pengamatan dan kesan (sensation and Perception)  

Karena tidak dapat menerima pendapat bahwa kesadaran itu ada pada hewan, maka Watson  berpendapat bahwa kita tidak berhak berbicara tentang hewan melihat, mendengar dan sebagainya. Kita kita berbicara tentang hewan-hewan melakukan response motoris yang dapat ditunjukkan terhadap perangsang-perangsang pendengaran, penglihatan, dan sebagainya, karena itu tak dapat dibantahlah bahwa hewan itu membuat respons pendengaran, respons penglihatan dan sebagainya, jadi data objektif di sini adalah stimulus dan respons.

Dalam menghadapi manusia, menurut Watson, jalan yang harus ditempuh juga demikian itu.

sumbaer :