Amar (Perintah)
Kuliner

Amar (Perintah)

Amar (Perintah)Amar (Perintah)

  1. Pengertian dan bentuk-bentuk amar.

Menurut ulama ushul fiqh, amar adalah

اللفظ الدال على طلب الفعل عاى جهة الا ستعلاء

Suatu tuntutan (perintah) untuk melakukan sesuatu dari pihak yang lebih tinggi kedudukannya kepada pihak yang lebih rendah kedudukannya.

Perintah untuk melakukan suatu perbuatan, disampaikan Allah SWT dalam berbagai gaya atau redaksi di antaranya.[7]

1) Perintah tegas dengan menggunakan kata amara (أمر) dan yang seakar dengannya. Misalnya adalam ayat (QS. An-Nahl: 90)

اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالاْحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dan memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

2) Perintah dalam bentuk pemberitaan bahwa perbuatan itu diwajibkan kepada manusia dengan memakai kata kutiba (كتب) misalnya dalam surah al-Baqarah ayat 178.

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِيْ الْقَتْلَى

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh.

3) Perintah dengan memakai redaksi pemberitaan (jumlah khabariyah) namun yang dimaksudkan adalah perintah, misalnya dalam surah al-Baqarah ayat 228.

وَالْمُطَلَّقَاُت يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلاَثَةَ قُرُوْءٍ وَلاَ يُحِلُّ لَهُنَّ اَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللهُ فِيْ اَرْحَا مِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat.

4) Perintah dengan memakai kata kerja perintah secara langsung, misalnya dalam surah al-Baqarah ayat 238.

حَا فِظُوْا عَلىَ الصَّلوَاتِ وَالصَّلاَةُ الْوُسْطَى وَقُوْمُوْا ِللهِ قَانِتِيْنَ

Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.

5) Perintah dengan menggunakan kata kerja mudhāri, yang disertai dengan lam al-amr misalnya surah al-Hajj ayat 29.

ثُمَّ لْيَقْضُوْا تَفَثَهُمْ وَلْيُوْفُوْا نُذُوْرَهُمْ وَلْيَطَّوَفُوْا بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang da pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah)

Sumber :

https://duniabudidaya.co.id/android-8-1-otomatis-perbarui-simpanan-data/