Pendidikan

 Analisa Batuan

 Analisa Batuan

Dalam praktikum geologi dasar yang telah diakukan dapat diketahui bahwa batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma. Magma adalah zat cair liat pijar panas yang merupakan senyawa silikat danada di bawah kondisi tekanan dan suhu tinggi di dalam tubuh bumi. Proses pembekuan merupakan proses perubahan fase dari fase cair menjadi fase padat. Proses pembekuan magma akan sangat berpengaruh terhadap tekstur dan struktur primer batuan sedangkan komposisi batuan sangat dipengaruhi oleh sifat magma asal. Pada saat proses pembekuan magma apabila terdapat cukup energipembentukan kristal maka akan terbentuk kristal-kristal yang berukuran besar sedangkan bila energi pembentukan rendah akan terbentuk kristal yang berukuran halus. Bila pendinginan berlangsung sangat cepat maka Krista ltidak terbentuk dan cairan magma membeku menjadi gelas.

Pada praktikum batuan beku ini yang dipraktikumkan adalah mengamatai batuan beku apung, batuan beku skoria dan batuan beku obsidian. Alat yang digunakan selama praktikum berlangsung adalah alat tulisjangka sorongkaca pembesarmodul praktikum dan kamera. Sedangkan bahan yang digunakan adalah batuan beku dasit, batuan beku obsidian danbatuan beku diorit.

Langkah yang dilakukan pada percobaan ini adalah sebagai berikut. Pertama Mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Asisten Praktikum.Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Menggambar batuan pertama dan memfoto batuan.Mengukur panjang, lebar dan tinggi batuan menggunakan penggaris atau jangka sorong. Mengidentifikasi batuan pertama dengan melihat fisik batuan.Menuliskan hasil identifikasi pada buku pendahuluan praktikum. Mengulangi langkah dua sampai dengan langkah enam untuk batuan kedua dan ketiga. Yang terakhir merapihkan alat dan bahan yang telah selesai digunakan.

Struktur batuan beku umumnya dapat dilihat dilapangan saja dan hanya beberapa saja yang dapat dilihat dalan hand specimen sample dimana batuan apung memiliki struktur vesikuler karena Berlubang-lubang yang disebabkan oleh keluarnya  gas pada waktu pembekuan magma, arah lubang itu teratur. Batuan scoria memiliki struktur scoria karena memiliki berlubang-lubang besar tapi tidak teratur. Sedangkan batuan beku obsidian memiliki struktur masif karena tidak menunjukkan adanya lubang-lubang atau struktur aliran.

Tekstur adalah hubungan antara mineral-mineral dengan massa gelas yang membentuk massa dasar dari batuan. Tekstur batuan beku apung dari segi tekstur batuan ini memuat derajat kristalisasi berupa hipokristalin, granularitas berupa fenerik sedang, bentuk kristal anhedral Batuan beku obsidian dari segi tekstur batuan ini memuat

Apung merupakan Batuan beku yang tergolong pada jenis batuan beku intermediet. Warna batuan ini pada umumnya berwarna abu-abu cerah dan memiliki struktur fesikuler. Dari segi tekstur batuan ini memuat derajat kristalisasi berupa hipokristalin, karena sebagian terdiri dari massa kristal dan sebagian terdiri dari massa gelas, dengan granulitas berupa fenerik halus berukuran kurang dari 1mm, serta bentuk  kristal anhedral dan memiliki relasi berupa equigranular. Komposisi batuan ini tersusun dari mineral mafik. Batuan beku apung ini mempunyai panjang 2 cm dan lebar 5,5 cm.

Skoria merupakan merupakan batuan beku yang berwarna coklat gelap karena termasuk batuan beku basa. Struktur batuannya adalah skoria karena berlubang-lubang besar tapi arah tidak teratur. Derajat kristalisasinya hipokristalin karena sebagian terdiri dari massa kristal dan massa gelas. Granularitasnya sangat kasar karena ukuran kristalnya sangat jelas dan berukuran > 30 mm, bentuk kristalnya euhedral karena ada batas antara bentuk asli dari bidang kristal, dan komposisinya yaitu mineral nafik>mineral fersik alasannya karena berwarna gelap.

Obsidian adalah batuan beku asam karena berwarna mengkilap dan berstruktur masif karena tidak menunjukkan adanya lubang-lubang atau struktur aliran. Batuan obsidian juga mempunyai derajat kristalisasi holohyain karena terdiri dari massa gelas seluruhnya, granularitas alfanitik karena mempunyai kristal tapi tidak bisa dilihat dengan mata biasa, bentuk kristalnya tidak ada karena tidak mengandung kristal yang begitu dominan, dan relasinya equigranular serta komposisinya adalah mineral mafik karena berwarna gelap tapi mengkilap.

Sumber :

https://fgth.uk/