peternakan

Beberapa Kendala Poligami Murai Batu dan Antisipasinya

Beberapa Kendala Poligami Murai Batu dan Antisipasinya

Pada dasarnya burung murai bukanlah burung koloni, jadi dalam mempoligami murai batu tidak semuanya berjalan dengan baik, akan ada kendala dalam proses penjodohannya. Adapun hal-hal yang menjadi kendala dapat berdampak stress bagi burung bahkan yang terburuk adalah kematian burung murai batu yang akan di poligami, tentunya itu akan menimbulkan kerugian bagi kita para peternak dan kicau mania khususnya murai batu.

Ada beberapa faktor penyebab kegagalan dalam mempoligami murai batu, hal ini meliputi berbagai hal diantaranya adalah desain kandang, kesiapan burung yang akan di poligami, dan karakter burung murai yang akan di poligami.

Untuk beberapa oran mungkin memakai bebera pa trik dalam mempoligami murai, beberapa ada yang memisahkan kandang dalam arti setiap betina memiliki kandang masing masing dan diberi pintu untuk pejantan berpindah kandang dari satu betina dan betina lain. Ada juga yang menyatukan dua betina dan satu jantan dalam satu kandang.

Nah untuk kendala dari poligami murai batu kita mulai dari yang paling minim kendala yaitu memisahkan betina dalam dua kandang. Dalam hal ini mungkin dibilang yang paling minim resiko. Namun bukan berarti tidak ada kendala. Untuk kekurangan dalam system ini yaitu biasanya burung murai jika terlalu lama di betina yang satunya akan tidak jodoh lagi dengan betina poligaminya ketia mereka dipisahkan ketika betina yg satunya sedang mengerami telur. Karna biasanya ketika sedang mengeram maka pejantan akan dipindahkan ke betina yang satunya. Nah solusi dari kendala ini yaitu kandang hanya disekat jarring-jaring besi, jangan tertutup rapat. Hal ini bertujuan agar pejantan selalu melihat betina yang satunya ketika mereka berpisah.

Yang kedua adalah kendala dari poligami murai batu yang disatukan dalam satu kandang. Untuk system poligami ini adalah sitem yang sangat beresiko, karena sangat rawan saling serang antara betina. Bahkan ketiganya bisa saling serang. Hal itu menyebabkan burung tidak produktif karena mereka saling waspada satu sama lain. Hal yang sangat riskan yaitu pada saat awal-awal penjodohan. Hal yang terburung adalah menjadi tidak produktif lagi indukan lama dan kematian bagi betina baru yang akan di poligami. Solusi terbaiknya adalah memisahkan betina baru dalam kurungan namun disatukan dalam satu kandang. Pemisahan ini akan lebih aman jika semakin lama. Artinya dalam penjodohan semakin lama semakin baik. Lamanya seberapa? Bisa satu bulan. Hal ini untuk meminimalisir resiko. Setelah satu bulan maka burung betina baru bisa dilepas dan ingat, glodok di kandang harus tiga, ini bertujuan untuk betina baru memilih lokasi mana dia akan bertelur nantinya.

Oke begitulah beberapahal kendala dalam poligami murai batu, kurang lebihnya Kirakira begitu, jika ada salah atau kurang silahkan komen dibawah ini. Mungkinsetiap orang akan memiliki cara yang berbeda tidak harus nejadi patokan dengan satu cara. Oke terimakasih dan sampai jumpa seboga sukses.


Sumber : https://duniapeternakan.com/