Perikanan

Biaya Kecelakaan

Biaya Kecelakaan

Menurut Frank E. bird Jr and George L. Germain, (1990) mengklasifikasikan biaya kecelakaan yang diakibatkan dari kecelakaan menjadi 2 (Dua) yaitu :

  1. a)Insured Cost atau Direct Cost

Insured cost atau direct cost (biaya terasuransi atau biaya langsung) adalah pembayaran berdasarkan peraturan ganti kerugian atau asuransi dan biaya pengobatan. Biasanya biaya ini dalam bentuk perawatan dokter, biaya kompensasi dan sebagainya.

  1. b)Uninsured Cost atau Indirect Cost

Uninsured cost atau indirect cost (biaya tidak terasuransi atau biaya  tidak langsung) adalah biaya tidak tampak dalam perhitungan secara matematis, biaya tersebut antara lain :

1)   Biaya untuk upah yang dikeluarkan tanpa kerja bagi pekerja yang tidak cidera.

2)   Biaya memperbaiki, mengganti atau menguatkan kembali peralatan yang rusak sewaktu terjadi kecelakaan.

3)   Biaya untuk pekerja yang cidera selama tidak bekerja, selain dari biaya terasuransi.

4)   Biaya kerja lembur sehubungan dengan penaggulangan kecelakaan.

5)   Biaya upah yang dibayar untuk para pengawas dimana waktunya disita disebabkan kecelakaan.

6)   Biaya upah sehubungan dengan berkurangnya hasil kerja setelah korban dapat kembali bekerja.

7)   Biaya latihan pekerja baru.

8)   Biaya yang tidak terasuransi yang ditanggung oleh  perusahaan.

9)   Biaya oleh pengawas yang lebih tinggi dan biaya administrasi sewaktu melakukan penyelidikan kecelakaan dan pembuatan laporan.

Biaya yang timbul sebagai akibat kecelakaan biasanya disebut “biaya gunung es” artinya biaya langsung yaitu bongkahan gunung es yang terlihat diatas permukaan laut, sedang biaya tidak langsung yaitu bongkahan gunung es yang berada dibawah permukaan laut yang jauh lebih besar.

  1. Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja adalah usaha melakukan pekerjaan tanpa ada kecelakaan. Keselamatan kerja yang baik merupakan pintu gerbang bagi keamanan tenaga kerja. Kecelakaan kerja selain menyebabkan hambatan-hambatan langsung juga merupakan kerugian-kerugian secara tidak langsung yakni kerusakan mesin dan peralatan kerja, terhentinya proses produksi untuk beberapa saat, kerusakan pada lingkungan kerja, dan lain-lain. Biaya-biaya sebagai akibat kecelakaan kerja, baik langsung maupun tindak langsung cukup atau kadang-kadang sangat atau terlampau besar, sehingga bila diperhitungkan secara keseluruhan hal itu merupakan kehilangan yang berjumlah besar.

Undang-Undang No. 1 tahun 1970 mengatur tentang Keselamatan Kerja. Meskipun judulnya disebut sebagai Undang-undang Keselamatan Kerja, tetapi materi yang diatur termasuk masalah kesehatan kerja. Undang-undang ini dimaksudkan untuk menentukan standar yang jelas untuk keselamatan kerja bagi semua karyawan sehingga mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktifitas Nasional, memberikan dasar hukum agar setiap orang selain karyawan yang berada di tempat kerja perlu dijamin keselamatannya dan setiap sumber daya perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien dan membina norma-norma perlindungan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi. Tujuan daripada UU Keselamatan Kerja adalah:

  1. Agar tenaga kerja dan setiap orang lainnya yang berada dalam tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat.
  2. Agar sumber produksi dapat dipakai dan digunakan secara efisien.
  3. Agar proses produksi dapat berjalan tanpa hambatan apapun.

Hakekat keselamatan kerja adalah mengadakan pengawasan terhadap 4M, yaitu manusia (man), alat-alat atau bahan-bahan (materials), mesin-mesin (machines), dan metode kerja (methods) untuk memberikan lingkungan kerja yang aman sehingga tidak terjadi kecelakaan manusia atau tidak terjadi kerusakan/kerugian pada alat-alat dan mesin.

Hal-hal yang harus dilakukan dalam menciptakan keselamatan kerja adalah sebagai berikut:

  1. Pencegahan Kecelakaan

Pencegahan kecelakaan dimulai sejak perencanaan perusahaan dan pengaturan proses produksi yang akan dicapai. Suatu prinsip penting pada semua perencanaan adalah menekan kecelakaan sekecil mungkin dan menanggulanginya seefektif mungkin. Dalam perencanaan harus menciptakan kondisi lingkungan kerja yang aman sehingga pekerja akan merasa lebih aman, moral kerja lebih baik, dan hubungan kerja lebih serasi. Selain itu, biaya perawatan akan lebih kecil serta biaya asuransi mungkin relatif berkurang.

  1. Pengawasan Terhadap Kemungkinan Terjadinya Kecelakaan

Saat terbaik untuk menanggulangi kecelakaan adalah sebelum kecelakaan itu terjadi. Usaha keselamatan dan kesehatan kerja yang harus dilakukan adalah mengawasi tindakan dan kondisi tidak aman. Kepala Teknik Tambang dapat mengangkat petugas pengawas untuk mengawasi dan memeriksa yang menjadi tanggungjawabnya.

  1. Sistem Tanda Bahaya Kecelakaan dalam Pertambangan

Pemakaian tanda peringatan, warna dan label sangat penting bagi keselamatan para pekerja untuk megetahui bahaya kecelakaan.

sumber :

https://saafsaf.net/soccer-manager-arena-apk/