Perikanan

Faktor Teknis dan Non Teknis

Faktor Teknis dan Non Teknis

pemilihan lokasi untuk budidaya ikan kerapu memegang peranan yang sangat penting. Pemilihan lokasi yang tepat akan mendukung kelangsungan usaha dan target produksi. Pemilihan lokasi meliputi beberapa faktor, antara lain:

  1. Faktor Teknis

faktor teknis adalah segala persyaratan yang harus dipenuhi dalam kegiatan pembenihan kerapu yang berhubungan langsung  dengan aspek teknis dalam memproduksi benih. Beberapa aspek teknis yang penting dan harus dipenuhi sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah sebagai berikut :

1). Letak unit pembenihan di tepi pantai untuk memudahkan perolehan sumber air   laut. Pantai tidak terlalu landai dengan kondisi dasar laut tidak berlumpur dan mudah dijangkau agar mudah dalam transportasi.

2). Salinitas air laut 28 – 35 ppt dan kondisinya harus bersih dan tidak tercemar.

3). Sumber air laut dapat dipompa minimum 20 jam perhari.

4). Sumber air tawar tersedia dengan salinitas maksimum 5 ppt.

5). Peruntukan lokasi sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang Daerah / wilayah (RUTRD/RUTRW).

  1. Faktor Non Teknis

Faktor non-teknis merupakan pelengkap dan pendukung faktor-faktor teknis dalam memilih lokasi untuk pembenihan ikan kerapu. Dalam penentuan calon lokasi pembenihan, pertama kali perlu diketahui tentang peruntukan suatu wilayah yang biasanya telah terpetakan dalam  RUTR (Rencana Umum Tata Ruang) dan tata guna lahan, memperhatikan RUTR suatu wilayah untuk pembenihan kerapu diharapkan tidak akan terjadi tumpang tindih lahan usaha. Persyaratan lokasi termasuk faktor non teknis lainnya adalah mengenai kemudahan-kemudahan seperti tersedianya sarana transportasi, komunikasi, instalasi listrik (PLN), tenaga kerja, pemasaran, pasar, sekolah, tempat ibadah, pelayanan kesehatan dan sebagainya. Sebagai makhluk sosial adanya kemudahan-kemudahan tersebut  dapat  memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam bekerja. Hal lain yang dapat mendukung kelangsungan usaha adalah dukungan Pemda setempat, terutama masyarakat sekitarnya sehingga terjadinya konflik atau masalah yang biasanya timbul  tidak akan mengancam operasional pembenihan.

Sarana dan Prasarana

  1. Sarana

sarana pembenihan untuk skala rumah tangga tidak selengkap sarana pembenihan untuk skala lengkap (besar). Agar seluruh kegiatan tersebut terlaksana diperlukan sejumlah bak pemeliharaan larva, bak kultur pakan alami, bak filter, dan bak penampungan air (reservoir).

1).  Bak Pemeliharaan Larva

larva kerapu dapat dipelihara dalam bak yang terbuat dari semen (bak beton) atau disebut bak pasangan bata. Bak yang ideal untuk pemeliharaan larva kerapu cantang adalah bak berbentuk empat persegi panjang  dengan jumlah kapasitas optimum 10 – 15 m dengan ukuran 5 x 2 x 1,25 m atau 4 x 3 x 1,35 m (p x l x t).

Pada tiap sudut bak dibuat agak melengkung, karena bentuk siku pada sudut bak akan menyebabkan pergerakan larva terganggu dan penyebarannya tidak merata karena terjebak di sudut bak serta untuk menghindari penumpukkan kotoran dan mempermudah jalannya ikan dengan menghilangkan sudut mati.

Pipa pembuangan dibuat sedemikian rupa agar air yang terbuang berasal dari bagian bawah. Secara sederhana, pipa pembuangan bisa dibuat dari pipa paralon yang kedua ujungnya diberi beberapa lubang dan ditutup dengan kasa plastik. Penempatan bak pemeliharaan larva harus tertutup (indoor), ventilasi udaranya cukup baik, dan suhunya hangat. Diatas bak diberi tutup (shading) dari terpal berwarna gelap, kain hitam atau penutup berwarna gelap lainnya untuk menciptakan ruangan yang redup (tidak lansung terkena matahari) tetapi cukup hangat untuk pertumbuhan ikan.

Baca juga: