Jenis-jenis Arbitrase
Pendidikan

Jenis-jenis Arbitrase

Jenis-jenis Arbitrase

Jenis-jenis Arbitrase
Sutan Remy Sjahdeini mengemukakan terdapat dua macam arbitrase, yaitu [a) Arbitrase Ad-Hoc; dan [b) Arbitrase Institusional’ Menurut Ketentuan UU No.30 Tahun 1999 baik Arbitrase Ad-Hoc maupun Arbitrase Institusional dapat digunakan.

1.    Arbitrase Ad-Hoc.


Arbitrase Ad-Hoc disebut juga sebagai arbitrase volunter. Ketentuan dalam Reglement Rechtvordering (Rv) mengenal adanya Arbitrase Ad-Hoc. Pada Pasal 615 ayat (1) Rv. Arbitrase Ad-Hoc adalah Arbitrase yang dibentuk khusus untuk menyelesaikan atau memutus perselisihan tertentu, atau dengan kata lain Arbitrase Ad-Hoc bersifat insidentil.
Menurut Sutan Remy Sjahdeini bahwa Arbitrase Ad-Hoc bersifat sekali pakai (eenmalig ). Berarti, setelah para Wasit atau Arbiter menjalankantu gasnya,m aka Arbiter atau MajelisA rbiter yang memeriksa sengketa itu bubar. Para Arbiter dari Arbitrase Ad-Hoc dipilih sendiri oleh para pihak yang bersengketa dan para Arbiter menyelesaikan sengketai tu berdasarkanp eraturanp rosedury ang ditetapkans endiri oleh para pihak.
Pasal 13 ayat [1) dan ayat (2) uu No.30 Tahun 1999 menyebutkan bahwa:
”Dalam hal para pihak tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai pemilihan arbiter atau tidak ada ketentuan yang dibuat mengenai pengangkatan arbiter, Ketua Pengadilan Negeri menunjuk arbiter atau majelis arbitrase”. Dalam suatu arbitrase od-hoc bagi setiap ketidaksepakatan dalam penunjukan seorang atau beberapa arbiter, para pihak dapat mengajukan permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri”

sumber :