Umum

Jihad fi sabilillah

ISLAM DI INDONESIA ABAD XX-XI

Peran Islam terhadap kemerdekaan Indonesia

Kemerdekaan yang berhasil di raih oleh Indonesia tidaklah muncul begitu saja, namun melalui proses perjuangan dan perjalanan yang panjang. Dalam perlawannanya Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam tentu peranan para ulama dan masyarakat muslim sangatlah penting. Banyak sekali gerakan perlawanan yang di pimpin sekaligus beranggotakan orang-orang islam.
Dalam islam sendiri mengajarkan bahwa kekuasaan tertinggi hanya terletak di tangan ALLAH, tidak ada kekuasaan lain yang melebihi kekuasaan-NYA. Dari keyakinan ini, kaum muslimin bertekad untuk mempertahankan keberaniannya dalam memperjuangkan kedaulatan masyarakat dalam pertempuran melawan penjajah. Perjuangan kemerdekaan di berbagai daerah seperti pertempuran di Banten, Perang Padri, Perang Aceh, Perang Diponegoro dan sebagainya. Kesemuanya itu di dasarkan atas semangat pada api islam.[2] Tertanamnya Ruhul islam dalam hati masyarakat muslim pada semangat perjuangan kemerdekaan antara lain :[3]
a. Jihad fi sabilillah
Memperkuat semangat umat islam dalam memperjuangkan kemerdekaan melawan penjajah. Dengan semangat dan jihad, umat islam yang akan melawan penjajah yang dholim termasuk dalam perang suci, jika ia gugur maka surga imbalannya.
b. Ijin berperang dari Allah
“telah di ijinkan berperang bagi orang-orang yang di perangi. Sesungguhnya mereka itu di jajah/di tindas. Maka Allah akan membela mereka. (Q.S Al-Haj).
c. Hubbul wathon minal iman
Mereka percaya bahwa cinta kepada negara merupakan sebagian dari iman.

Perjuangan umat islam indonesia sebenarnya telah di mulai semenjak zaman kerajaan dan kemudian di lanjut hingga detik-detik menuju kemerdekaan. Saat kaum kolonial benar-benar berhasil menguasai kerajaan-kerajaan di indonesia, dan rakyat indonesia mulai melakukan perlawanan, saat itulah mulai terbentuk kelompok yang di pimpin oleh para ulama. Kelompok-kelompok ini melakukan perlawanan kepada kolonial yang mencoba memisahkan hal-hal dengan agama islam dan hal ini tentu sangat merugikan bagi perkembangan islam saat itu, karena:
l Memecah umat islam menjadi dua yaitu Abangan dan Putihan.[4]
l Membenturkan ulama dengan pemuka adat.
l Memperbanyak sekolah untuk mendidik anak-anak islam agar terpisah dari kepercayaan pada agamanya.
l Menindas semua gerakan politik yang berdasar islam.
Kesemuanya tersebut merupakan akibat dari gerakan politik yang di gagas oleh bangsa kolonial yang menyebabkan kelompok perlawanan dari indonesia menjadi terpecah, yaitu kelompok nasionalis islami dan nasionalis sekuler. Kondisi inilah yang sampai sekarang pun masih sering kita jumpai di negara kita ini.


Sumber: https://scorpionchildofficial.com/