Pendidikan

Kecerdasan dan Kemampuan Memprose

Kecerdasan dan Kemampuan Memprose

Kecepatan memproses informasi mengalami penurunan pada masa dewasa akhir. Ada beberapa bukti bahwa orang-orang dewasa lanjut kurang mampu mengeluarkan kembali informasi yang telah disimpan dalam ingatannya.

Meskipun kecepatan tersebut perlahan-lahan menurun, namun terdapat variasi individual di dalam kecakapan ini. Dan ketika penurunan itu terjadi hal ini tidak secara jelas menunjukkan perngaruhnya terhadap kehidupan kita dalam beberapa segi substansial.

Misalnya, pada suatu eksperimen yang mempelajari waktu reaksi dan keterampilan mengetik dari juru ketik pada semua usia (salthouse, 1984). Juru ketik tua biasanya memiliki reaksi-reaksi yang lambat, namun mereka sebenarnya mengetik sama cepatnya dengan juru ketika yang masih muda.

            Barangkali para juru ketik tua itu lebih cepat mengetik pada saat mereka masih muda dan pelan-pelan mulai melambat, tetapi hasilnya pada kondisi lain menunjukkan bahwa ada hal lain yang telah terlibat. Ketika jumlah karakter yang dapat dilihat selanjutnya oleh para juru ketik itu terbatas, kecepatan mengetik pada juru ketik tua menurun secara substansial; para juru ketik muda kurang begitu terpengaruh dengan keterbatasan ini. Para juru ketik tua telah belajar untuk melihat jauh ke depan, sehingga memberi kesempatan pada mereka untuk mengetik sama cepatnya dengan rekan-rekannya yang lebih muda.

  1. Pekerjaan

Pada tahun 1980-an, persentase laki-laki berusia di atas 65 tahun yang tetap bekerja purna waktu lebih kecil dibanding pada awal abad 20. Penurunan yang terjadi dari tahun 1900 sampai tahun 1980-an sebesar 70% (Douvan, 1983).

Satu perubahan penting dari pola pekerjaan orang-orang dewasa lanjut adalah meningkatnya perkejaan-pekerjaan paruh waktu. Misalnya, dari tiga juta lebih orang dewasa berusia di atas 65 tahun yang pekerja pada tahun 1986, lebih dari separuhnya merupakan pekerja-pekerja paruh waktu.

sumber :