Uncategorized

Kurangnya kreativitas

Kurangnya kreativitas

Sekalipun jumlah orang-orang kreatif meningkat dari waktu ke waktu, namun sejujurnya kita masih kekurangan orang-orang kreatif. Hal itulah yang juga akan menjadi masalah ekonomi.

┬áTak ada kreativitas itu artinya mati. Bila saat ini kita adalah mahasiswa yang baru saja lulus dan tak juga mendapatkan pekerjaan, apa yang akan kita lakukan? Memulai usaha atau bertahan menjadi pengangguran bergengsi? “Malu dong, masa sarjana jualan?” begitu salah satu contohnya. Padahal, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa bisa terus naik karena banyaknya orang-orang kreatif di negara tersebut.

Bila tak ada yang kreatif, mungkin tak ada yang akan menciptakan kendaraan dan alat komunikasi. Namun, di negara berkembang, biasanya para penduduknya masih suka mengikuti tren. Kebanyakan dari mereka akan malu bila berjalan sedikit “menyimpang” dari teman-temannya. Hal tersebut bisa jadi, karena negara berkembang biasanya sudah “terbiasa” dijajah oleh bangsa lain. Sehingga pola pikir menurut dan patuh itu sangat membudaya. Sedangkan pola pikir nyeleneh atau tampil beda itu dianggap melanggar aturan. Padahal pola pikir dan sikap nyeleneh yang positif adalah bagian dari kreativitas yang mungkin bisa bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi bangsa.

  1. Kurangnya apresiasi terhadap penemuan yang bermanfaat

Masalah pertumbuhan ekonomi lainnya di negara berkembang adalah kurang adanya apresiasi atau dukungan terhadap penemuan-penemuan di bidang ekonomi yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Bahkan, lebih sering mungkin sikap nyinyir yang akan diperlihatkan ketika penemuan tersebut tercipta.

baca jug ;

Pos-pos Terbaru