Perkebunan

Lokasi Area Sensorik dan Hubungannya dengan Korteks Serebri

Lokasi Area Sensorik dan Hubungannya dengan Korteks Serebri

            Dalam area fungsional korteks serebri terdapat area sensorik korteks yang terdiri dari:

  1. Area Sensorik Primer, terdapat dalam girus postsentral disini neuron menerima informasi sensorik umum yang berkaitan dengan nyeri, tekanan, suhu, sentuhan, dan propriosepsi dari tubuh.
  2. Area Visual Primer, terletak dalam lobus oksifital dan menerima informasi dari retina mata.
  3. Area Auditori Primer, terletak pada tepi atas lobus temporal , menerima implus saraf yang berkaitan dengan pendengaran.
  4. Area Olfaktori Primer, terletak pada permukaan medial lobus temporal, berkaitan dengan  indera penciuman.
  5. Area Pengecap Primer (Gustatory), terletak dalam lobus parletal dekat bagian inferior girus postsentral , terlibat dalam persepsi rasa.

2.6.  Reseptor – Reseptor Sensorik

            Input ke sistem saraf diberikan oleh reseptor sensorik yang mendeteksi rangsangan sensorik seperti sentuhan, suara, cahaya, dingin, dan hangat. Mekanisme dasar reseptor ini mengubah rangsangan sensorik menjadi isyarat saraf sebagaimana rangsangan sensorik dan kekuatan dideteksi oleh otak. Reseptor merupakan sel atau jaringan dengan kekhususan tinggi. Dengan alat ini sistem saraf mendeteksi perubahan berbagai bentuk energi di lingkungan dalam dan lingkungan luar. Reseptor ini dapat diklasifikasikan berdasarkan sumber stimulus yang memperngaruhi ujung reseptor, jenis sensasi yang terdeteksi reseptor, distribusi reseptor, atau ada tidaknya lapisan pada ujung reseptor.

  1. Sumber ( lokasi ) sensasi

  2. Eksteroseptor: Sensitif terhadap stimulus eksternal, terhadap tubuh dan terletak pada atau di dekat permukaan tubuh. Misalnya, sentuhan, tekanan, nyeri pada kulit dan suhu, penciuman, penglihatan, serta pendengaran.
  3. Proprioseptor: Terletak dalam tubuh dalam otot, tendon, dan persendian, juga mencakup reseptor ekuilibrium pada area telinga dalam. Jika distimulasi, bagian tersebut akan menyampaikan kesadaran akan posisi bagian tubuh, besarnya tonus otot, dan ekuilibrium.
  4. Interoseptor: Dipengaruhi oleh stimulus yang muncul dalam organ viseral dan pembuluh darah yang memiliki inervasi motorik dari SSO. Contohnya adalah stimulus yang tejadi akibat perubahan selama proses digesti, eksresi, dan sirkulasi.
  1. Jenis Reseptor Sensorik
  2. Mekanoreseptor, reseptor mekanik dari berbagai kelompok reseptor sensorik yang mendeteksi perubahan bentuk reseptor atau sel di dekat reseptor ( misalnya, kulit, otot rangka, persendian, dan organ viseral ).
  3. Termoreseptor, mendeteksi perubahan suhu. Beberapa reseptor mendeteksi suhu dingin dan panas yang merupakan aliran saraf bebas dalam kulit dan sensitif akan berubahan suhu dalam darah
  4. Nosiseptor, mendeteksi nyeri, biasanya disebabkan kerusakan fisik maupun kerusakan kimia , terdapat hipotalamus otak.
  5. Reseptor Elekromaknetik, mendeteksi perubahan cahaya pada retina mata. Perubahan cahaya akan membuat perubahan gelombang spektrum elektromaknetik.
  6. Kemoreseptor, mendeteksi pengecapan dalam mulut, bau dalam hidung, kadar oksigen dalam darah arteri, osmolitas cairan tubuh , konsentrasi karbondioksida, dan faktor bahan kimia tubuh.
  1. Distribusi Reseptor
  2. Penginderaan Umum:Mengacu pada informasi dari tubuh sebagai satu kesatuan.
  3. Penginderaan Khusus: Mengacu pada organ indera yang terletak dalam kepala.
  4. Ujung Reseptor Sensorik

               Biasanya terbagi menjadi 2 yaitu :

  1. Ujung Saraf Bebas: tidak memiliki lapisan selular dan terdapat dalam kulit, jaringat ikat, dan pembuluh darah. Saraf ini merasakan nyeri, sentuhan ringan, dan suhu.
  2. Ujung Saraf Berkapsul: terbungkus dalam bermacam jenis kapsul dan terletak di kulit, otot, tendon, persendian, dan organ tubuh. Reseptor berikut ini berkapsul:
  3. a)Korpuskel Pacinian, mendeteksi stimulus dan tekanan vibratori. Korpuskel ini banyak terdapat pada jari tangan, genetalia ekternal, dan payudara.
  4. b)Korpuskel Meissner dan Diskus Merkle, mendeteksi sentuhan.
  5. c)Korpuskel Ruffini, responsif terhadap tegangan di sekitar jaringan ikat dan memantau tekanan. Korpuskel ini ditemukan terutama pada permukaan palntar kaki.
  6. d)Ujung Bulbus Krause, tipis berkapsul dan dipercaya berkontribusi terhadap tekanan sentuhan, kesadaranakan posisi dan kesadaran akan gerakan.
  7. e)Spindel Neuromuskular, memantau tonus otot (regangan dan tegangan ) dalam otot dan organ tendon golgi memantau tegangan dalam tendon.

 

POS-POS TERBARU