Manfaat Ilmu Pendidikan
Perkebunan

Manfaat Ilmu Pendidikan

Manfaat Ilmu Pendidikan

Manfaat Ilmu Pendidikan

Pertama, guru dapat memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif siswa, diantaranya siswa dapat terpenuhi rasa ingin tahunya. Karena itu guru dapat membangkitkan dan mengelola rasa ingin tahu siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran. Guru tidak hanya bercerita atau menerangkan mata pelajaran tapi juga memberikan stimulus daya berpikir kritis siswa melalui ketrampilan bertanya dan uji coba. Dalam hal ini, indikator kinerjanya, Guru  dapat menentukan posisi kemampuan siswa dilihat dari sudut ketuntasan belajar yang ditetapkan, merancang program  remidial bagi siswa yang dibawah KKM dan merancang program pengayaan bagi siswa yang mencapai KKM.

Lalu, siswa diharapkan memiliki keberanian berpendapat dan kemampuan menyelesaikan masalah. Guru mampu mendesain metode pengajarannya yang membuat siswa aktif berpendapat atau menjawab ragam soal/permasalahan pengetahuan lengkap dengan alasannya. Sehingga siswa berani berpendapat dari berbagai macam sudut pandang, mampu menyatakan pendapat tanpa rasa takut salah, cemas atau ditertawakan guru dan temannya. Sekaligus siswa dapat dihargai pendapat orisinalitasnya dalam mengajukan pemikiran dan pemecahan masalah yang berbeda dari teman temannya. Indikator kinerja, Guru dapat merefeleksi diri dengan menganalisa potensi kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang telah dilaksanakan, menentukan bagian pembelajaran yang harus diperbaiki serta terus mengembangkan diri dalam peningkatan profesi sebagai pendidik.

Selanjutnya, siswa merasa gembira dalam kegiatan belajarnya. Guru menghargai imajinasi siswa, rasa humor, serta bakat yang dimiliki siswa, walaupun siswa memiliki kelemahan pada satu atau berbagai mata pelajaran. Tujuannya agar siswa memiliki rasa percaya diri dan perasaan berharga dari bakat atau kemampuan yang menonjol pada satu  atau beberapa bidang studi akademik maupun non akademik yang dikuasainya. Indikator kinerja, Guru dapat memotivasi dan memfasilitasi  siswa untuk melakukan berbagai kegiatan belajar yang bersifat kreatif dan interaktif. Memberi penguatan dalam pembelajaran serta memberi kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan pengalaman belajar yang dialaminya.

Sedangkan manfaat kedua adalah guru dapat memahami prinsip-prinsip perkembangan kepribadian siswa dan merefleksikannya dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, muara yang diperoleh adalah (1) siswa memiliki kepribadian mantap dan memiliki rasa percaya diri. Seorang guru dapat mengakui dan menerima setiap keunikan dan perbedaan setiap siswanya tanpa dibeda-bedakan, baik prestasi atau latar belakang lainnya. Selanjutnya diarahkan menuju etika universal yang disepakati bersama, sehingga siswa merasa diperlakukan adil dan bijaksana. Indikator kinerjanya, Guru dapat menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang telah dipilih seperti memilih dan merancang media dan sumber belajar, merancang pengalaman belajar (tatap muka, terstruktur dan mandiri) untuk kompetensi optimal siswa. (2) Siswa memiliki sopan santun dan taat pada peraturan. Guru dapat menjadi teladan dalam berperilaku baik dalam ucapan dan tindakan. Kemampuan guru untuk menciptkan iklim ‘Fair’ dan disiplin dalam kegiatan belajarnya akan menciptakan rasa hormat siswa. Indikator kinerjanya, Guru dapat menerapkan dan memanfatkan berbagai teori pembelajaran seperti behavioristik, kognitif sosial atau lainnya sesuai kondisi siswanya. (3) Dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa dan mudah beradaptasi. Guru dapat menciptakan suasana kondusif dalam kegiatan belajar guna membangun keberanian dan kemampuan nyata siswa dalam mengekspresikan kemampuan yang dimiliki setiap siswa. Indikator kinerjanya, Guru dapat memilih strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai dan materi pembelajaran.

baca juga :