Masalah Sosial: Pedagang Kaki Lima (PKL)
Umum

Masalah Sosial: Pedagang Kaki Lima (PKL)

Masalah Sosial: Pedagang Kaki Lima (PKL)

 

Masalah Sosial: Pedagang Kaki Lima (PKL)

Masalah sosial di Indonesia yang sering dibicarakan baru-baru ini tidak lain adalah masalah pedagang kaki lima (PKL). Alasan mereka berjualan dipinggir jalan adalalah karena akses pengguna jalan yang tinggi sehingga berpotensi besar untuk mendatangkan konsumen dan mendapat untung banyak. Penertiban PKL memang terbukti sangat sulit untuk dilakukan, aparat hukum yang sudah memakai berbagai cara saja kewalahan dalam mengatasi PKL yang “bandel” ini.

 

 

Dampak Positif PKL

  • Menciptakan lapangan kerja baru bagi para pengangguran
  • Harga yang ditawarkan relatif terjangkau bagi masyarakat
  • Membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Dan PKL tidak dapat sepenuhnya disalahkan dalam permasalahan ini. Karena hal tersebut merupakan upaya mereka untuk mencari nafkah demi kelangsungan hidupnya dan keluarganya.

Penertiban PKL ini bukan tanpa alasan dilakukan karena PKL ini mempunyai dampak negatif yang merugikan para pengguna jalan/masyarakat .

 

Dampak Negatif PKL

  • Penurunan kualitas ruang kota Ditunjukkan oleh semakin tidak terkendalinya perkembangan PKL sehingga seolah – olah semua lahan kosong yang strategis maupun tempat – tempat yang strategis merupakan hak PKL. PKL mengambil ruang dimana-mana tidak hanya ruang kosong atau terabaikan, tetapi juga pada ruang yang jelas peruntukkannya secara formal. PKL secara ilegal berjualan hampir di seluruh jalur pengguna jalan, ruang terbuka, jalur hijau dan ruang kota lainnya.
  • Keberadaan PKL yang tidak terkendali mengakibatkan pejalan kaki berdesak-desakkan, sehingga dapat menimbulkan tindak kriminal seperti pencopetan.
  • Mengganggu kegiatan ekonomi pedagang formal karena lokasinya yang cenderung memotong jalur pengunjung seperti pinggir jalan dan depan toko.
  • Di beberapa tempat PKL merupakan salah satu sumber kemacetan dengan semakin menyusutnya jalan yang dipakai oleh pengguna jalan.

PKL di pinggir jalan memang sangat menjanjikan untuk mendapat untung yang banyak. Dengan modal yang minim dan bayaran sewa tempat yang kecil ke preman – preman setempat seorang PKL sudah bisa menggelar lapaknya dengan nyaman. Maka tak heran dengan potensi keuntungan yang banyak dan modal yang minim, jumlah PKL di kota-kota besar semakin bertumbuh dan jika dibiarkan PKL akan merajai di setiap tempat dan di setiap sudut kota.

 

 

SOLUSI

Masalah yang sedang dicarikan solusinya ini memang tidak ada ujungnya. Karena banyak sekali hambatan yang ditemui seperti penolakan PKL untuk di gusur dari tempat mereka, perlindungan PKL oleh para preman yang bekerja sama denan pemerintah daerah setempat dan banyak sekali masalah yang timbul dengan adanya penertiban PKL ini.

Masalah PKL yang sedang hangat – hangatnya saat ini adalah PKL Tanah Abang yang sedang diselesaikan oleh pemprov Jakarta. Pemprov Jakarta mengambil tindakan relokasi ke blok G yang sudah di siapkan oleh pemprov Jakarta. Dan cara ini memang sangat efektif, beberapa PKL yang tadinya berjualan di pinggir jalan sekarang sudah pindah ke blok G tanah abang. Tetapi fasilitas yang dinilai masih kurang seperti tidak adanya escalator yang membuat para pengunjung malas untuk berbelanaja disana membuat para PKL khawatir akan tidak lakunya dagangan mereka.

Hal Ini bisa menjadi acuan untuk pemerintah kota lain untuk mulai membenahi para PKL ini dan merupakan tugas yang sangat besar untuk pemerintah. karena jika dibiarkan seperti persoalan tersebut PKL akan pindah dan kembali berjualan dipinggir jalan.

Beberapa solusi:

  1. Pemerintah membangun tempat khusus untuk para PKL dengan fasilitas yang memadai supaya PKL bisa berjualan sepeti halnya berjualan di pinggir jalan
  2. Membangun kerja sama dengan para PKL yang telah mempunyai izin dan petugas parkir agar penataan PKL tertib dan aman
  3. Pemerintah bisa memberantas oknum yang memberi izin illegal untuk para PKL
  4. Membuat beberapa peraturan daerah agar lancar terselenggaranya penertiban PKL

 

 

Sumber : https://bimbel.co.id/