Perikanan

Mengenal Masalah Belajar Siswa

Mengenal Masalah Belajar Siswa

       Dalam pelaksanaan tugas pembelajaran, guru tidak hanya berkewajiban menyajikan materi pelajaran dan mengevaluasi siswa, akan tetapi juga bertanggungjawab terhadap  pelaksanaan bimbingan belajar. Sebagai pembimbing belajar siswa, guru harus mengadakan pendekatan bukan saja melalui pendekatan intruksional, akan tetapi dibarengi dengan pendekatan yang bersifat pribadi (personal approach) dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung.

       Melalui pendekatan pribadi, guru akan secara langsung mengenal dan memahami siswa secara lebih mendalam sehingga dapat memperoleh hasil belajar yang optimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa setiap guru adalah sebagai pengajar sekaligus berperan sebagai pembimbing dalam proses belajar mengajar.

       Abdilla (2008), mengemukakan bahwa sebagai pembimbing dalam proses belajar mengajar, seorang guru diharapkan mampu:

1)       Memberikan informasi yang diperlukan dalam proses belajar mengajar.

2)       Membantu setiap siswa dalam mengatasi setiap masalah pribadi yang dihadapinya.

3)       Mengevaluasi hasil setiap langkah kegiatan yang telah dilakukannya.

4)       Memberikan setiap kesempatan yang memadai agar setiap murid dapat belajar sesuai dengan karakteristik pribadinya.

5)       Mengenal dan memahami murid baik secara individual maupun secara kelompok.

       Agar bimbingan belajar lebih terarah dalam upaya membantu siswa mengatasi masalah belajar, maka perlu diperhatikan langkah-langkah berikut:

  1. Identifikasi.

       Identifikasi adalah suatu kegiatan yang diarahkan untuk menemukan siswa yang mengalami masalah belajar, yaitu mencari informasi tentang siswa dengan melakukan kegiatan berikut:

1)     Data dokumen hasil belajar siswa.

2)     Menganalisis absensi siswa di dalam kelas.

3)     Mengadakan wawancara dengan siswa.

4)     Menyebar angket untuk memperoleh data tentang permasalahan belajar.

5)     Tes untuk memperoleh data tentang kesulitan belajar atau permasalahan                  yang sedang dihadapi.

  1. Diagnosis.

       Diagnosis adalah keputusan atau penentuan mengenai hasil dan pengolahan data tentang siswa yang mengalami masalah belajar dan jenis masalah yang dialami siswa. Diagnosis ini dapat berupa hal-hal sebagai berikut:

1)                 Keputusan mengenai jenis kesulitan belajar siswa.

2)                 Keputusan mengenai faktor-faktor yang menjadi sumber sebab-sebab                      kesulitan belajar.

3)                 Keputusan mengenai jenis mata pelajaran apa yang mengalami kesulitan      belajar.

Kegiatan diagnosis dapat dilakukan dengan cara:

1)     Membandingkan prestasi individu untuk setiap mata pelajaran dengan                    rata-rata nilai seluruh individu.

2)     Membandingkan prestasi dengan potensi yang dimiliki oleh siswa                           tersebut.

3)     Membandingkan nilai yang diperoleh dengan batas minimal tujuan yang                 diharapkan.

 

sumber :
https://icanhasmotivation.com/cara-beli-mobil-bekas-online/