Perikanan

Pengelolaan Pakan koi

Pengelolaan Pakan

Pakan adalah komponen yang penting dalam menghasilkan warna koi yang bagus selain air. Hal ini sesuai dengan pendapat Anton (2009), yang menyatakan bahwa kualitas pakan sangat menentukan tampilan warna sebagai daya tarik ikan koi sendiri.Adapun pakan yang diberikan yaitu, pada umur 4 hari, koi diberi pakan kuning telur bebek yang telah dilarutkan dalam air. Setiap pemberian pakan, telur bebek diberikan 4 butir. Pemberian pakan telur bebek ini diberikan selama 3 hari kedepan, setiap pagi dan sore. Selanjutnya koi diberi pakan cacing sutra sebanyak 4 kaleng cacing sutra dalam sekali pemberian pakan (1 kaleng = 240 gram). Pakan cacing ini diberikan selama 7 – 8 hari dan diberikan pada pagi hari saja. Cacing sutra ini didapatkan dari toko di sekitar wilayah budidaya. Setelah benih dideder pada kolam pendederan, selama 1 minggu benih tidak diberi pakan. Hal ini dilakukan untuk penyesuaian benih terhadap lingkungan sekitar. Namun selama satu minggu tersebut, benih ikan koi mendapatkan pakan dari plankton yang telah ditumbuhkan ketika persiapan kolam pendederan. Setelah 1 minggu, benih baru diberikan pakan berupa tepung udang. Adapun pemberiannya yaitu 125 gram per hari. Frekuensi pemberiannya adalah 2 kali sehari.   Sedangkan untuk pakan induk, diberikan pellet berukuran 3 mm. Pellet yang diberikan khusus ikan koi.induk diberi pakan setiap 2 kali sehari, yaitu setiap pagi dan sore.

Pengelolaan Kualitas Air

            Kualitas air untuk budidaya ikan koi ini harus benar – benar diperhatikan karena bisa mempengaruhi warna koi. Adapun caranya adalah membersihkan kotoran – kotoran di dalam kolam, seperti daun – daun yang berguguran di kolam. Alatnya berupa seser untuk menyeser daun – daun kering. Selain itu, melakukan sistem pergantian air, yaitu membuang air sebanyak 30% kemudian menambahkannya lagi sebanyak itu. Adapun pergantian ini dilakukan setiap 2 hari sekali. Air yang dimasukkan ke dalam kolam pemeliharaan tidak di treatment sama sekali. Hal ini tidak sesuai dengan pendapat Susanto (2000), bahwa air yang masuk ke kolam pemeliharaan sebalumnya harus disaring dan diberi obat untuk menghilangkan kandungan klorin dengan menggunakan Rid All. Air yang digunakan sudah cukup untuk persyaratan dalam pemeliharaan larva ikan koi. digunakan pula sistem aerasi untuk suplai oksigen dalam pemeliharaan ikan koi ini. Selain menggunakan aerasi, kolam pemeliharaan larva juga diberi tanaman air berjenis enceng gondok dan kabomba (dapat dilihat pada Gambar 14). Tanaman air ini dibersihkan apabila banyak lumpur yang menempel pada tanaman ini.

Sumber: https://multiply.co.id/