Perikanan

Pengendalian Hama Dan Penyakit Koi

Pengendalian Hama Dan Penyakit Koi

            Walaupun terletak pada kolam beton, namun koi tidak terlepas dari hama dan penyakit. Adapun hama yang menyerang pada larva ikan koi adalah :

  1. Keong

Banyak keong yang menempel pada dinding bak kolam pemeliharaan. Keong ini dikatakan hama karena timbul persaingan oksigen antara keong dan ikan koi. Cara menanggulanginya adalah rutin membersihkan kolam dari keong – keong yang menempel pada dinding kolam ini.

  1. Katak

Katak adalah hewan yang hidup pada 2 alam. Karena kolam pemeliharaan yang dangkal, maka katak ini suka berenang – renang untuk memakan larva ikan koi yang masih berukuran kecil ini. Adapun cara penanggulangan, yaitu mengambil katak di dalam kolam pemeliharaan karena dapat mengurangi tingkat kehidupan ikan koi ini.

Menurut Susanto (2000), penyakit yang menyerang ikan koi adalah White spot, kutu ikan, jamur (kapas putih), cacing jangkar, penyakit gelembing renang, dan penyakit gelembung gas, namun pada kenyataannya dalam lapangan, penyakti yang menyerang pada benih adalah penyakit parasit, yaitu Mixobolus, sp, penyakit ini menyerang insang dan akhirnya insang membengkak. Karena insang membengkak, ikan pun jadi sulit bernafas dan ikan koi mati. Penyakit ini diduga karena saat persiapan kolam tidak menggunakan desinfeksi.  Cara penanggulangannya adalah ikan ini dimusnahkan atau ikan yang mati ini dibuang. Namun ada pula petani yang mencoba menggunakan perendaman dengan NaCl 2% selama 30 menit. Namun cara ini juga masih belum ada hasilnya.

Panen

            Panen dilakukan dari kolam pemeliharaan larva. Panen dilakukan pada koi yang berumur 2 – 3 minggu setelah perawatan larva. Caranya adalah dengan mengurangi ketinggian air kolam dan menyeser koi yang ada di dalam kolam. Koi ini dipanen pada sore hari ketika matahari sudah tidak terlalu menyengat, hal ini sesuai dengan pendapat Khairruman (2000), yaitu pemanenan dilakukan saat suhu masih rendah, yakni pada pagi atau sore hari. Hal ini dilakukan agar benih koi tidak mengalami stress akibat perubahan suhu yang terlalu mencolok . Hasil panen dari larva ikan koi adalah 77 % sebanyak 27.720 ekor, ukuran 2 – 3 cm. Sintasan selama masa pemeliharaan larva terdapat pada Gambar 19.

Setelah itu koi ditebar ke kolam sawah. Inilah yang disebut pendederan. Pendederan dilakukan di kolam beton yang terletak di sawah. Saat berumur 2 – 3 minggu ini, koi belum layak untuk diseleksi. Seleksi pertama dilakukan ketika koi berumur 1,5 bulan. Cara panen dari kolam pendederan sama seperti pada kolam pemeliharaan larva, yaitu air disurutkan, dan pada saluran air diberi waring, kemudian pada kolam diserok. Panen pada kolam pendederan, akan dilanjutkan dengan seleksi pertama. Ukuran benihnya antara 4 – 6 cm.

Sumber: https://carbomark.org/