Pengertian dan bentuk-bentuk nahi.
Pendidikan

Pengertian dan bentuk-bentuk nahi.

Pengertian dan bentuk-bentuk nahi.Pengertian dan bentuk-bentuk nahi.

Mayoritas ulama ushul fikih mendefinisikan nahi sebagai berikut:

طلب الكف عن الفعل على جهة الاستعلاء بالصيغة الدال عليه

Larangan melakukan perbuatan dari pihak yang lebih tinggi kedudukannya kepada pihak yang lebih rendah tingkatannya dengan kalimat yang menunjukkan hal itu.[9]

Dalam melarang suatu perbuatan Allah juga memakai ragam bahasa, di antaranya adalah:

1) Larangan secara tegas dengan memakai kata (نهي) seoperti firman Allah dalam surah an- Nahl ayat 90.

وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Di memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

2) Larangan dengan menjelaskan bahwa suatu perbuatan itu diharamkan, misalnya firman Allah surah al-‘Arāf: 33

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيْ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالإِْثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ

Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersebunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar.

3) Larangan yang menegaskan bahwa perbuatan itu tidak halal dilakukan, contoh surah an-Nisa: 19

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا لاَيُحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوْا النِسَاءَ كَرْهًا

Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa.

4) Larangan yang menggunakan kata kerja mudhari yang disertai huruf lam yang menunjukkan larangan (لا الناهية) seperti dalam surah al-An’am: 152

وَلاَ تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ إِلاَّ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ

Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga samapi ia dewasa.

5) Larangan dengan memakai kata perintah namun bermakna tuntutan untuk meninggalkannya. Surah al-An’am: 120

وَذَرُوْا ظَاهِرَ الإِْثْمِ وَبَاطِنَهُ إِنَّ الَّذِيْنَ يَكْسِبُوْنَ الإِْثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كاَنُوْا يَفْتَرِفُوْنَ

Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.

6) Larangan dengan cara mengancam pelakunya dengan siksaan yang pedih. Surah at-Taubah:34

…وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيْمِ

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.

7) Larangan dengan mensifati perbuatan itu dengan keburukan. Surah Ali Imran : 180

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَا ءَاتَاهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهِ يَوْمَ الِْقيَامَةِ

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak dilehernya di hari kiamat.

  1. Beberapa kemungkinan hukum yang ditimbulkan oleh Nahi

1) Untuk menunjukkan hukum haram.

2) Sebagai anjuran untuk meninggalkan.

3) Penghinaan.

4) Untuk menyatakan permohonan.

  1. Takhyir(memberi pilihan)

Menurut Abil al Karim Zaidan, bahwa yang dimaksudkan dengan takhyir adalah

ما خير الشارع المكلف بين فعلع وتركه

Bahwa syari (Allah dan Rasul-Nya) memberi pilihan kepada hambanya antara melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan.[10]

Untuk memberi hak pilih antara melakukan atau tidak melakukan dalam Al-Qur’an, terdapat berbagai cara:

  1. a)Menyatakan bahwa suatu perbuatan halal dilakukan misalnya surah al-Baqarah: 173

    POS-POS TERBARU