Pendidikan

Upaya Mengatasi Krisis Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Upaya Mengatasi Krisis Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Sogiran (1983), menjelaskan bahwa manusia berinteraksi dengan lingkungannya, manusia mempengaruhi lingkungan hidupnya dan juga di pengaruhi oleh lingkungannya. Dalam usaha menjaga kelangsungan hidupnya, manusia berusaha menyatakan sumber-sumber alam yang ada dengan pengolaanyang baik.James G, Lovelok (1984) menyarankan bagaimana cara pengolaan air kawat. Salah satu cara yang bijaksana pada saat ini adalah dengan membuat waduk-waduk pada daerah aliran sungai (DAS), sehingga energi potensial yangterkandung dalam air tidak langsung terbuang ke laut, tanah-tanah yang tandusdapat di hijaukan kembali atau di buat lahan pertanian, pertanahan, perikanan,kehutanan dan kombinasi dari kegiatan usaha tersebut, yang telah di kenal sebagaiagroforesti.Soeryaatmadjan (1987) menyatakan, bahwa perlu pengembangan IPTEK untuk menyatakan kembali hasil buangan, agar sampah-sampah berasal dari perkotaan dapat di manfaatkan kembali, misalnya untuk rabuk (kompas), tenagalistrik dan sebagainya. Kotoran ternak selain untuk pupuk dapat di gunakan untuk  biogas. Model pengembangan ogroforesti di Cina sejak tahun 1049, ternyatamemberikan hasil yang mengembirakan termasuk Jerman dalam pengolaan hutanmasa depan.

POS-POS TERBARU